Showing posts with label Filter. Show all posts
Showing posts with label Filter. Show all posts

Sunday, 29 June 2014

Membuat DIY Co2 Diffuser untuk aquascape mudah, murah dan simple. Untuk catatan diffuser ini hanya dapat digunakan pada Tabung Co2. Jadi apabila menggunakan DIY Co2 dapat diganti dengan busa rokok.






Bahan yang diperlukan:
  1. Kapas bekas filter rokok (Gunakan Filter Rokok Marlboro untuk hasil yang lebih maksimal dan halus)
  2. Selang silikon
  3. Sambungan selang L



Cara bikinnya gampang banget, tinggal rangkai sambungan seperti di atas terus sumbat ujungnya pake filter rokok. Perlu diperhatikan dalam menyumbat usahakan jangan terlalu rapat agar udara bisa keluar.

| No comments
Di alam bebas, ikan tak mengalami keracunan oleh kotoran ataupun sisa metabolisme tubuh mereka sendiri. Beda halnya dengan sistem tertutup di akuarium, hobiis harus memperhatikan dengan seksama supaya hasil buangan hewan akuatik tak jadi bahan berbahaya.

Bakteri, kendati tak kasat mata, namun punya peranan penting menjaga kualitas akuarium hingga bisa menciptakan lingkungan hidup di alam bebas. Mereka secara alami ada di mana-mana, namun koloni bakteri menguntungkan di akuarium jumlahnya bisa tak mencukupi untuk melakukan tugas mengurai sisa metabolisme mahluk hidup yang hobiis pelihara.

Sindrom akuarium baru (new tank syndrome), merupakan salah satu kejadian umum yang menandai kurangnya kehadiran bakteri menguntungkan tersebut. Mahluk bersel tunggal perlu waktu untuk berkembangbiak, sebelum mencapai tahap setimbang terhadap jumlah makanannya.



Nitrosomonas
Sisa makanan, kotoran, jasad renik, maupun hasil metabolisme hewan akan menaikkan kandungan amonia di dalam air. Amonia ini kemudian diubah oleh jenis bakteri nitrifikasi -- yang mengubah amonia menjadi nitrit, kemudian nitrat.


Bakteri Nitrifikasi

Nitrosomonas, salah satu jenis bakteri nitrifikasi yang mengubah amonium menjadi nitrit, tak menyukai cahaya. Dalam jumlah berlebihan mereka akan menggumpal untuk memblokir berkas sinar, sehingga akan membuat air terlihat keruh.

Nitrospira, adalah bakteri akuarium yang kemudian menguraikan nitrit, menjadi nitrat. Mereka perlu waktu relatif lama untuk berkembang biak, karena di samping tidak bisa membelah diri secara cepat, nitrospira harus menunggu hasil "kerja" bakteri lain (misalnya nitrosomonas) untuk menyediakan nitrit, "makanan" mereka.

Filter dan ornamen akuarium,
tempat bakteri berkembang biak
(Sumber: Wikipedia)
Di darat, amonia bermanfaat sebagai pupuk tanaman, namun bagi hewan akuatik zat ini sangat beracun, bahkan dalam jumlah sangat kecil sekalipun. Nitrit dan nitrat tak mudah diserap tanaman, apalagi oleh tumbuhan yang baru saja ditempatkan di akuarium.

Itulah sebabnya, secara berkala air di dalam akuarium harus diganti secara berkala, karena akumulasi nitrat akhirnya juga akan menjadi racun bagi flora dan fauna akuatik di dalamnya. Hobiis juga sering menempatkan ornamen, filter, maupun kerikil substrat (materi dasar akuarium), yang tidak boleh dibersihkan secara berlebihan untuk mencegah punahnya bakteri nitrifikasi.

Kotoran padat -- seperti batang tumbuhan yang mati -- tetap harus dibersihkan, karena zat glukosa yang ada di dalamnya bisa mengundang tumbuhnya bakteri berbahaya (patogen). Bakteri Aeromonas hydrophila, misalnya, dapat memanfaatkan sisa gula, kemudian masuk ke organ tubuh hewan dan memakan sel darah merah mereka.






Menunggu Koloni Bakteri

Tangki akuarium yang sudah matang, tandanya sudah memiliki cukup banyak bakteri nitrit dan nitrat sehingga mampu menyerap semua amonia yang dihasilkan oleh mahluk hidup di dalamnya. Biasanya, orang memperhitungkan tahap tersebut baru tercapai bahkan hingga dua bulan  bulan (delapan minggu) setelah pertama kali akuarium dipasang.

Proses menunggu tumbuhnya koloni bakteri secara seimbang ini disebut sebagai tank cycling. Biasanya dilakukan dengan membiarkan akuarium terisi tanpa hewan, dengan tetap menjalankan pompa air dan udara untuk menyuplai cukup oksigen bagi bakteri agar bisa tumbuh berkembang.

Seorang hobiis yang serius akan menggunakan ammonium/nitrate tester untuk menentukan seberapa sering dan berapa banyak air akuarium harus diganti. Sebagai referensi umum, Tony Griffitts dari media aquaworldaquarium.com sudah memberikan "kalkulator" gratis yang bisa dipergunakan untuk keperluan menghitung pergantian air hingga tangki menjadi matang [unduh di sini, xls, 55 KB].

Hewan yang tinggal di air mengandung terlalu banyak amonia, nitrat, maupun nitrit, meskipun tetap mampu bertahan hidup, sebetulnya mereka mengalami stres yang menyedihkan. Seperti bila kita menghirup udara kotor, hewan-hewan ini akan berupaya dengan susah payah mencari tempat lebih nyaman hingga ke dekat permukaan air/gelembung udara atau bernafas lebih cepat, demi mencoba bisa merasa lebih lega.

Seorang hobiis yang bertanggungjawab, tentu tak ingin menyiksa apalagi membunuh hewan dan tumbuhan peliharaan mereka, bukan?



Bacteria Starter

Berkat bioteknologi, jumlah ideal koloni bakteria di dalam akuarium baru dapat lebih cepat tercapai, lewat produk bacteria starter.

Bacteria starter biasanya mengandung beberapa bibit bakteri yang sudah didormansikan. Dikemas dengan bahan penyerap air, seperti tanah liat Montmorillonite, bakteri dapat "tidur" sebelum menjadi aktif segera setelah memasuki habitat idealnya (seperti akuarium).

Fungsi Bacteria starter adalah:

  • Menekan pertumbuhan organisme patogen, yang menyebabkan penyakit dan kematian pada ikan dan udang
  • Mengurai kotoran dan sisa pakan
  • Mengurai racun Amonia (NH3) dan Hidrogen Sulfida (H2S)
  • Membantu penyerapan nutrisi dalam sistem pencernaan
  • Mengurangi limbah organik dalam kolam atau tambak
  • Meningkatkan kecerahan air kolam atau tambak
  • Mengurangi kebutuhan akan pergantian air kolam atau tambak
  • Menstabilkan tingkat kandungan oksigen terlarut dalam air
  • Mengurangi tingkat BOD dan COD
  • Mengurangi bau tanah/lumpur pada daging ikan/udang
  • Menghilangkan lapisan minyak di permukaan air
  • Mengurangi kadar Amonia (NH3) dan Hidrogen Sulfida (H2S) dalam air
  • Menekan pertumbuhan dan penyebaran organisme patogenMeningkatkan imunitas terhadap penyakit disebabkan oleh jamur, virus, bakteri maupun kutu,spt: white spot, aeromonas, dll.
  • Mengurangi tingkat kematian.


Donor Bakteri

Cara lain untuk mendapatkan bakteri adalah dengan menggunakan air dari akuarium yang sudah matang. Dengan demikian, bakteri dari akuarium lama yang sudah terbukti mampu menguraikan amonia secara sempurna, diharapkan akan berpindah dan berkembang biak dengan lebih cepat di tempat baru. Pemelihara akuarium profesional pun menggunakan cara donor semacam ini.
| 1 comment
Filter air ini merupakan salah satu peralatan yang sangat penting dan wajib dimiliki oleh setiap pemelihara ikan hias dan tanaman hias air. Filter air mempunyai fungsi untuk menyaring air akuarium melalui proses filtrasi dengan beberapa media yang mempunyai tujuan penggunaan masing-masing, untuk menghasilkan air yang selalu bersih bagi akuarium.

Pada dasarnya ada tiga jenis fungsi filter yang digunakan, yakni :

  • Filter mekanis, dimana filter ini berfungsi hanya untuk menyaring kotoran dengan menahannya pada suatu medium filter (spons/busa). Filter jenis ini tidak dapat menjaga dan mempertahankan kualitas air.  


  • Filter biologis, dimana filter ini mempunyai fungsi biologikal yang dapat menyediakan suatu media bagi bakteri pengurai untuk berkoloni. Bakteri ini berguna untuk mengubah ammonia dan nitrit yang berbahaya bagi ikan menjadi nitrat yang tidak begitu berbahaya. Dikarenakan bakteri ini merupakan bakteri aerob (membutuhkan oksigen) usahakan filter selalu hidup (on) agar suplai oksigen bagi bakteri ini selalu tersedia, sehingga bakteri dapat bekerja dengan baik. Semakin banyak oksigen yang tersedia bakteri ini akan bekerja semakin baik. Perlu diperhatikan, nitrat yang merupakan produk akhir dari fungsi filter biologis hanya dapat dihilangkan dengan mengganti air.
  • Fungsi kimiawi, dimana filter ini berfungsi menyerap zat-zat kimia yang berbahaya bagi ikan seperti kandungan metal dan ammonia dalam air, dan dapat juga digunakan untuk menghilangkan sisa-sisa dari kimia pengobatan ikan. Contoh filter kimiawi ini antara lain carbon (arang karbon) dan zeolite. Dalam periode pemakaian tertentu filter ini akan mengalami penurunan daya serapnya sehingga dibutuhkan penggantian. 
Gabungan dari ketiga fungsi filter diatas akan sangat baik. Tetapi fungsi utama filter hanya menjaga kebersihan dan mempertahankan kualitas air, dimana dalam periode tertentu air akan jenuh dan kualitas air menurun, oleh karena itu tetap dibutuhkan penggantian air akuarium.
Filter menurut penempatannya dapat dibagi menjadi dua, yakni :

  • Filter yang ditempatkan di dalam akuarium / filter internal (Internal Filter)
  • Filter yang ditempatkan di luar akuarium / filter eksternal (External Filter)




Bentuk dan jenis filter beserta kelebihan dan kekurangannya :

Filter Atas

Filter ini adalah salah satu filter yang paling umum digunakan para pemula dan paling simpel. Terdiri dari dua bagian, yakni kotak (box) yang berisi media filter yang diletakan di atas akuarium dan pompa yang berada di dalam air yang berfungsi untuk menyedot air dari dalam akuarium ke kotak media filter dan keluar melalui pipa pengeluaran yang berada di bawah kotak filter.

Kelebihan :

  • Harga terjangkau.
  • Tidak mengurangi keindahan dan luas akuarium, karena kotak filter diletakan di atas akuarium, kecuali tipe pompa penyedot air yang berada di dalam air, tetapi hal ini masih dapat disamarkan.

Kekurangan :

  • Perlu diperhitungkan rentang / jangkauan kotak filter dan penyangganya agar dapat diletakan di atas akuarium. (hanya cocok untuk akuarum kecil)
  • Biasanya hanya menggunakan kapas saja (filter fisik), tapi sekarang sudah ada dijual kaarbon aktif dan zeloit untuk filter ini. (tapi tetep menurut gw masih kurang efektif, untuk aquarist profesional)

Filter Samping











Filter ini juga termasuk yang paling umum dijumpai. Filter ini terbuat dari kaca dan menempel permanen pada aquarium. biasanya langsung dibuat sendiri oleh penjual aquariumnya.

Kelebihan:

  • Lebih efektif dari filter atas.
  • Graris! karena langsung dibuat oleh penjual aquarium.

Kekurangan:

  • Mengurangi keindahan akuarium.
  • sulit dalam perawatannya.

Undergravel Filter


Filter ini berupa piringan plastik berlubang-lubang yang diletakan di dasar akuarium. Air akan tersedot ke bawah (undergravel) dengan bantuan batu aerasi atau pompa yang terpasang pada tabung pengeluaran, sehingga membentuk sirkulasi.

Kelebihan :

  • Harga terjangkau.
  • Mempunyai fungsi filter mekanis dan biologis yang baik.
  • Filter tidak mengganggu keindahan dan luas akuarium, karena lempeng filter tersembunyi dibawah substrat dasar, dan biasanya tabung pengeluaran terbuat dari bahan yang transparan sehingga mudah untuk disamarkan.

Kekurangan :

  • Dibutuhkan substrat (batu dasar) yang tidak lebih kecil dari lubang-lubang pada piringan filter, agar substrat tidak masuk ke filter.
  • Pada keadaan dimana substrat tertutup oleh kotoran yang lebih besar dan atau ornamen dekorasi seperti batu dan kayu akan mengurangi daya serap piringan filter ini. 
  • Kotoran yang terfilter akan mengendap dan menumpuk di dasar akuarium (dibawah piringan filter) yang tentunya dalam jangka waktu tertentu walaupun ada bakteri pengurai akan menurunkan kualitas air. Untuk mengurangi hal ini dapat dilakukan penyedotan kotoran pada dasar akuarium minimal seminggu sekali.
  • Dasar akuarium (dibawah piringan filter) akan menjadi rumah yang nyaman untuk tumbuhnya keong. 
  • Tidak cocok bagi ikan yang suka menggali dan bersembunyi di substrat dan ikan penghuni dasar akuarium.

Filter Canister

Merupakan filter eksternal berbentuk seperti ember (canister). Biasanya tersusun atas lapisan-lapisan yang merupakan perpaduan antara filter fisik, kimia, dan biologi. Filter eksternal yang diletakan terpisah dengan akuarium, dengan selang pemasukan dan pengeluaran air yang terpasang pada akuarium. Dan merupakan filter pabrikan terbaik menurut saya, tapi sayangnya harganya lumayan mahal bagi pemula.

Kelebihan :

  • Mempunyai fungsi filter mekanis, biologis, dan kimia yang sangat baik.
  • Tidak menggangu keindahan dan luas akuarium karena ditempatkan diluar akuarium, dan selang pengeluaran dan pemasukan air ke dalam akuarium dapat disamarkan.
  • Sangat baik untuk aquascape, karena fungsi filtrasi dengan media yang lengkap menunjang fungsi mekanis, biologis, dan kimiawi, serta arus keluar yang dihasilkan dari pipa pengeluaran tidak besar sehingga tidak "mengusir" CO2 dalam air.
  • Mempunyai kemampuan filtrasi yang sangat baik.
  • Periode pembersihan media filter yang lebih lama dari filter lainnya (tersebut di atas).

Kekurangan :

  • Harga relatif mahal. (sebanding dengan efektifitasnya)
  • Menggunakan komponen mesin yang butuh perawatan dan penggantian pada periode tertentu, sehingga diperlukan pengeluaran biaya tambahan.
  • Perlu menyediakan tempat di luar akuarium untuk menempatkan bagian ember (canister) nya. 

Filter buatan sendiri




Jika merasa belum ada yang cocok dengan filter-filer diatas ga ada salahnya membuat filter sendiri seperti gambar diatas.

A. Kapas
B. Bioball
C. Zeloit
D. Karbon aktif
E. Kapas halus

Ukauran dan media bisa kita sesuaikan sendiri tergantung kebutuhan. Sepeerti menghilangkan salah satu media zeloit atau karbon aktif karena mempunyai fungsi yang sama. Atau kamu hanya mau menggunakan satu media kapas saja. Ukuran filter pun bisa disesuaikan dengan ukuran akuarium.

Kesimpulan

Kesimpulannya, apapun jenis filter yang digunakan diusahakan mengandung filter biologi, fisik, dan kimia.


Catatan:


Masih banyak jenis filter yang beredar dipasaran, seperti filter ultraviolet, ozonizer, wet & dry, dll. Disini hanya mencantumkan Filter yang paling sering digunakan. Berarti yang tidak tercantum kemungkinannya adalah sangat mahal dan rumit, atau terlalu sederhana dan tidak efektif. Sebaik apapun filter yang dgunakan, diusahakan melakukan penggantian air secara rutin (saran: 50% setiap minggu), untuk menjaga kualitas air dalam kondidi terbaik. Lakukan perawatan dan mengganti media jika sudah tidak layak pakai (saran: setiap bulan).
| 8 comments

Monday, 23 June 2014



total head = static head + friction head
gb. 1 ilustrasi pemasangan pompa


static head adalah tinggi pipa (vertikal) di ukur dari permukaan air di chamber pompa

sedangkan untuk friction head adalah hambatan yang dialami (air) saat lewat dalam pipa, untuk menentukan berapa nilai friction loss bisa di lihat berdasarkan tabel di bawah ini:




cara menghitung total head berdasarkan gb.1 
sebagai contoh kasus:

Misalkan :

Volume kolam 10ton = 2641 gallon
rencana pompa yang akan kita pakai adalah pompa merk "x" dengan debit maximum 13.5ton/jam = 3566.323 gal/jam = 59.43871 gal/menit di bulatkan 60 gal/menit
ukuran pipa 2"
* static head = 1.89 m = 6.200769 feet
* friction head dapat di baca pada tabel, debit pompa 60 gal/menit dengan pipa 2" friction loss per 100 feet adalah 5.84 (a)
sedangkan untuk fittings, ada 3 elbow 2" nilai friction loss ( b ) 6 x 3 = 18
panjang pipa total ( l ) = 3.5 m = 11.4829 feet

jadi total head = static head + friction head
= 6.2 (feet) + (((l + b) x a)/100)
= 6.2 + (((11.4829 + 18 ) x 5.84)/100)
= 6.2 + 1.72
= 7.92 feet
= 2.414016 meter

total head sudah didapat = 2.414016 meter, tinggal masukan pada garfik / kurva dari pompa merk "x" makan akan di dapat debit airnya.

| No comments

Sunday, 22 June 2014

Masih penasaran sebelum membeli. Silahkan lihat videonya. Apa saja yang tersedia didalam Paket Penjualan ATMAN AT-3336.



Spesifikasi:

Filter: 3 susun
Watt: 20 watt
Output: 800 liter/ jam
H. Max: 1.70 meter
Size: 230x230mm TinggI: 340mm ( termasuk kran)



Fitur: 
• Tidak berisik. Hemat energi dan sangat kuat
• Penyusunan ringkas dan pemasangan dan pembersihan yang mudah
• Design modular dengan beberapa macam media filter
• Sistem filtrasi nyata yang superior
• Cocok untuk air tawar dan laut





Isi Paket:





| No comments

Saturday, 21 June 2014

Filter Canister merupakan salah satu bentuk improvisasi dari beberapat tipe filter versi "lama", seperti filter under gravel dan  filter atas. Prinsip utama dari filter ini adalah memberikan kesempatan yang sama pada air untuk melalui media filter secara menyeluruh,   yaitu dengan cara  memaksa air tersebut "menembus" media filter.   Hal ini dilakukan dengan  membuat sistem tersebut kedap udara, sehingga tercipta suatu tekanan yang "seragam" didalam filter, sesuatu yang tidak bisa  dilakukan dalam sistem terbuka yang langsug berhubungan dengan atmosfir. Dengan cara demikian air akan "terpaksa" menembus media yang ada sehingga kontak dengan media menjadi lebih baik. Adanya tekanan menyebabkan kondisi kontak antara air dengan media menjadi terjamin, sehingga hasil filtrasi menjadi relatif lebih baik, dan kontak dapat berlangsung dalam waktu relatif lama.   Oleh karena itu sistem filtrasi canister lebih jarang memerlukan perawatan rutin.  Filtrasi dapat tetap berlangsung dengan baik selama beberapa bulan, sebelum memerlukan perawatan.


Gambar 1. Skema Filter Canister

Gambar diatas menunjukkan kurang lebih diagram sebuah filter canister. Air masuk melalui bagian bawah filter.  Kemudian setelah "menembus" media,  air dikembalikan ke akarium malalui sebuah pompa pada "kepala" filter ini.  Tekanan dalam filter sepenuhnya tanggung jawab dari pompa.  Apabila pemilihan media dan kapasitas pompa tepat, sistem ini dapat berfungsi dengan baik dalam jangka waktu lama sebelum memerlukan perawatan.  Perawatan biasanya diperlukan apabila output filter mulai berkurang dari kapasitas yang disebutkan.  

Beberapa Contoh Product Canister di Pasar:

Jebo Canister
Atman Canister


Aqua One Canister


Hydor Canister


Eheim Canister




| No comments

Picture
Sump filter merupakan sebuah aquarium tambahan dengan sekat dimana air akan melewati semua media filter di setiap sekat yang ada. Filter ini cocok digunakan untuk aquarium besar (diatas 500 liter). Volume filter minimal 10% dari volume aquarium utama sudah cukup memberikan tempat hidup bakteri pengurai. Dengan volume air di filter yang banyak bisa membantu menjaga kestabilan air dari perubahan drastis di aquascape akibat faktor-faktor lain seperti pembusukan daun/ikan mati yang bisa dengan cepatnya meningkatkan kadar amonia atau saat pergantian air menggunakan air PDAM yang tidak stabil kandungan kaporitnya.

Keuntungan dari sump filter adalah ketinggian permukaan air akan selalu sama walaupun terjadi penguapan air. Permukaan air yang akan turun akibat penguapan adalah permukaan air di sump filter. Hal ini juga mengurangi resiko munculnya banyak garis air di kaca aquarium.










Picture

Kotak hijau = powerhead yang berfungsi sebagai pompa untuk mendorong air dari sump filter bawah kembali naik ke aquarium utama. Perhatikan kekuatan pompa harus cukup kuat untuk mendorong air naik ke atas aquarium utama.
Kotak merah = check valve untuk menjaga agar air dari aquarium utama tidak kembali ke filter pada saat powerhead mati.

Gambar 1. Kondisi aquarium utama dan sump filter belum terisi air penuh. Perhatikan ketinggian mulut pipa turun di aquarium utama akan menjadi batas ketinggian permukaan air di aquarium utama.


Gambar 2. Kondisi dimana aquarium mulai diisi air. Isi air di aquarium utama sampai air turun ke filter sump melalui pipa turun. Isi air secukupnya, namun jangan sampai air penuh mendekati batas atas kaca filter sump.


Gambar 3. Setelah sump filter dan aquarium utama penuh, baru jalankan pompa powerhead untuk mendorong air kembali ke aquarium utama. Disini akan terlihat permukaan air di sump filter mulai menurun, dan permukaan air di aquarium utama naik.



Jadi perhatikan penempatan bibir atas pipa turun di aquarium utama harus selalu lebih rendah dari batas atas kaca aquarium utama. 
| No comments

Tuesday, 17 June 2014

Bermain aquascape tidak segampang yang dikira. Untuk membuat aquascape yang enak dipandang dibutuhkan pengetahuan dasar minimal yang dibutuhkan untuk membuat aquascape. Jangan pernah membuat aquascape dengan modal nekat dan asal saja. Informasi yang kurang tentang apa saja yang dibutuhkan dalam bermainaquascape bisa jadi kesalahan yang fatal. Selain aquascape anda tidak akan terbentuk, uang dan tenaga anda terbuang sia-sia.



Berikut ini adalah kesalahan yang umum dilakukan saat awal-awal men-setup aquascape.


1. Membeli tanaman air dengan perawatan dan kebutuhan yang tinggi, sedang aquascape kita cahayanya redup, tanpa injeksi CO2, atau tanpa pupuk dasar, sehingga tanaman tersebut pantas saja melting (layu) tidak dapat tumbuh di dalam tank. Solusinya cari dulu informasi tanaman air yang akan dimasukkan ke dalam tank.

2. Menggunakan Aerator Oksigen (O2) pada aquascape bisa lebih meminimalkan kadar CO2. Ikan segar, tapi tanaman mati. Seharusnya dengan pergerakan air dari filter saja kadar O2 dalam tank sudah mencukupi.

3. Membeli ikan yang bersifat merusak. Membeli ikan yang memakan tanaman air, ikan penggali sehingga sering menggali substrat.

4. Lampu yang menyala 24 jam, jangan sampai ya, karena di alam saja tumbuhan tidak 24 jam penuh dapat cahaya kok, buat saja penerangan lampu 12 jam, selain hemat listrik juga tidak membuat air dalam aquarium hangat/menguap.

5. Air dari filter yang masuk ke aquarium seperti air terjun, ini juga kurang tepat, karena riak-riak air yang dihasilkan dapat menghilangkan kadar CO2 dalam air, air jadi sangat miskin CO2. Selang yang dekat dengan substrat dengan semburan air kencang pun tidak tepat, karena akan membuat substrat terdorong hingga pupuk dasar di bawahnya berhamburan sehingga membuat air menjadi keruh. Yang benar adalah pasang selang tercelup air namun jangan terlalu dalam.

6. Langsung memasang kayu di dalam aquascape. Kayu yang dibeli dari penjual ataupun yang didapat dari sungai biasanya masih mengandung tannin, bisa membuat air berwarna kekuningan, solusinya sebelum dijadikan hardscape, rebus dulu hingga keluar semua kandungannya.

7. Langsung menuang air ke substrat saat pertama setup aquascape. Hal ini bisa menyebabkan pupuk dasar di bawah lapisan substrat keluar berhamburan, juga membuat air yang harusnya bisa jernih menjadi keruh. Solusinya adalah sebelumm diberi air tutupi aquascape dengan plastik, kemudian siramkan air ke plastik, jadi tidak langsung ke substrat, atau bisa juga dengan menggunakan piring, taruh piring di dasar aquascape lalu alirkan air ke piring tersebut.

8. Kayu untuk hardscape yang masih ada kulitnya. Di sela-sela antara kayu dan kulit kayu biasanya ada kotoran atau bahkan hewan yang mendiami. Solusinya kupas dulu kulit kayunya, bersihkan, rebus.

9. Menggunakan lampu warna-warni yang dijual di toko aquarium. Ini lampu sebagai hiasan ya, bukan untuk fotosintesis tanaman. Solusinya belilah lampu hemat energi yang berwarna putih.

10. Menggunakan obat Snail Killer, obat pembunuh siput. Memang kalau keong sudah banyak jumlahnya jadi mengganggu pemandangan aquascape kita, tapi kalau ada udang di tank kita, hindari pemakaian obat ini karena akan membunuh udang juga. Solusinya gunakan ikan pemakan keong.
| No comments
Copyright © 2013. Aquascape Design - All Rights Reserved
Re-Design by ArtBAG, Design n Tech | Published by Aquascape Design