Showing posts with label Lighting. Show all posts
Showing posts with label Lighting. Show all posts

Thursday, 17 July 2014

KELVIN RATING

Sumber: Article Superwen

Apa yang dimaksud dengan Kelvin Temperature dari lampu bukanlah interpretasi klasik dari Kelvin itu sendiri (satuan suhu), saya pikir ini harus dipahami sebelum saya menjelaskan apa itu “Kelvin Temperature”

Kelvin (K) digunakan dalam industri lampu untuk membedakan temperatur warna. Temperatur warna yang tinggi diatas 5500K adalah “cool” (warna hijau-biru), dan yang rendah dibawah 3000K adalah “warm” (warna kuning-merah)

Kelvin (K) yang diaplikasikan sebagai satuan temperature warna pada lampu, berasal dari suhu sebenarnya dari black body radiator , yaitu konsep temperatur warna berdasarkan hubungan antara suhu dan radiasi yang dipancarkan oleh suatu material yang dinamakan “black body radiator”. Inilah bagaimana definisi “klasik” Kelvin bisa berhubungan dengan cahaya.
Lihat gambar dibawah ini:





Filamen bohlam pijar sangat gelap, dan dijadikan sebagai “black body radiator”, maka temperatur sebenarnya dari filamen tersebut mendekati temperatur warna dalam Kelvin.

Bohlam pijar memiliki temperatur warna sekitar 3200K, tapi jika dioperasikan pada tegangan maksimalnya. Ketika dioperasikan dibawah tegangan maksimal, filamennya tidak akan panas dan menghasilkan sedikit cahaya. Penurunan suhu filamen juga menurunkan temperatur warna. Tegangan 10% akan lebih merah dibanding pengoperasian pada 100% tegangan.


Beberapa hal penting mengenai Kelvin (K):
Klorofil tanaman menyerap cahaya dengan wavelengths antara 300-700nm. Lampu dengan temperatur sekitar 6500K memiliki keseimbangan spektrum yang baik, karena itu mengapa lampu ini paling baik digunakan untuk tanaman air tawar.

  • Semakin rendah (K) semakin banyak spektrum kuning, lalu merah, seperti lampu 4500K.
  • Semakin tinggi (K) semakin banyak spektrum biru, seperti lampu 20.000K
  • Semakin tinggi (K) penetrasi cahaya ke air semakin dalam, apalagi di air asin, walaupun spektrum merah nya semakin sedikit.
  • Spektrum warna terbanyak yang dapat dilihat mata manusia terdapat pada lampu dengan temperatur warna sekitar 5500K
  • Api lilin = 1850-1900K
  • Matahari (sejam setelah terbit) = 3500K
  • Matahari siang hari (berawan cerah) = 6500K
  • Neon cool white = 4200K
  • Kombinasi spektrum/wavelength yang berbeda bisa menghasilkan temperature warna (K) yang sama; seperti 4+5 dan 1+8 sama-sama menghasilkan 9. Inilah mengapa membandingkan dua lampu 6500K yang berbeda merek bisa memberikan hasil yang berbeda.




Kelvin yang cocok untuk tanaman dan coral

Dibawah ini adalah beberapa observasi saya dan beberapa orang dari komunitas profesional aquarium, sebagian sederhana, dan lainnya berdasarkan percobaan yang lebih terkontrol. Tolong dipahami bahwa ini semua merupakan generalisasi!


  • Lampu 6500K menghasilkan pertumbuhan terbaik untuk seluruh tanaman darat dan sebagian tanaman air (lampu ini biasanya didominasi spektrum merah yang dibutuhkan oleh tanaman tingkat lebih “tinggi”, tapi masih memiliki sedikit spektrum biru 425-500nm. Untuk penetrasi lebih baik dan spektrum yang lebih lengkap, blue actinic, 50.000K/actinic atau LED Royal Blue (445-455nm/100.000K) dapat ditambahkan untuk menyeimbangkan lampu 6500K.
  • Lampu 9000-10.000K juga memberikan tingkat pertumbuhan yang baik, walaupun tidak sebaik 6500K pada aquarium rendah. 9000-10.000K sangat baik untuk pertumbuhan soft coral dan LPS, walaupun lebih lambat untuk SPS pada aquarium laut. Lampu 10.000K merupakan pilihan baik untuk mencapai PAR pada aquarium tinggi dibanding 6500K.
  • Lampu 14.000K (biasanya populer pada Metal Halide dan LED), akan memiliki penetrasi lebih baik dari 10.000K dan masih menghasilkan PAR yang dibutuhkan (ini merupakan lampu “Daylight” tertinggi yang saya rekomendasikan dan masih menghasilkan pertumbuhan yang baik untuk coral). Sangat cocok untuk aquarium dengan tinggi 40-80 sentimeter.
  • Lampu 20.000K sangat biru, dan akan mengeluarkan pigmen fluoresen pada kebanyakan coral. Walaupun banyak test dan observasi jika lampu ini digunakan tanpa kombinasi, SPS coral akan tumbuh lambat bahkan tidak tumbuh (kecuali pada aquarium dengan tinggi lebih dari 65 sentimeter)






Dibawah ini adalah kutipan dari pengalaman mereka terhadap Kelvin Temperature pada aquascape:

“Saya menggunakan lampu Metal Halide 175W 6700K pada aquarium cube 80 liter, dan menggantinya dengan 14.000K hanya untuk melihat perbedaannya. Saya kurang suka penampakan warna biru nya dan membuat warna tanaman tampak aneh. Memang ikan Neon Tetra saya menjadi lebih biru seperti juga pada cupang saya, tapi tanaman terlihat aneh. Saya kembali menggunakan 6700K tadi malam, dan semuanya terlihat lebih baik dengan lampu itu. Pertumbuhan tanaman sangat cepat ketika saya menggunakannya dengan reaktor CO2 yang bagus.

Setelah kembali menggunakan 6700K, tanaman saya terus menerus pearling, dan menampakkan warna natural nya kembali. Kita harus menggunakan spektrum lampu yang tepat – bukan menggunakan apa yang kita senangi.”

--Gary Sanders
| No comments

Tuesday, 15 July 2014

Sumber: Article Superwen

OVERVIEW


Ketika memilih lampu untuk akuarium, banyak hal yang harus dipertimbangkan ketimbang hanya wpg (watt/gallon atau watt/liter)

Faktanya, aturan 2-5 Watt/gallon adalah patokan awal yang SANGAT dasar (aturan ini berbeda2 tergantung dari apa yang dipelihara & siapa yang ditanya), bagaimanapun aturan ini sangat general dan sudah mulai ketinggalan jaman karena teknologi lampu saat ini memiliki variasi Lumen/watt, wavelength/spektrum yang berbeda2, focused lumens, PAR/PUR, dll.

Sayangnya aturan Watt/liter untuk aquarium saat ini masih sering didengungkan dan digunakan walaupun teknologi2 baru pada lampu sudah membuat aturan ini menjadi tidak akurat lagi. Sebagai contoh, lampu LED kualitas baik dengan PAR/PUR yang tinggi hanya membutuhkan sekitar 4% daya dari unit lampu T12 untuk menghasilkan pencahayaan yang sama, dan sekitar 15% daya dari unit lampu T8 atau T12. Walaupun sebenarnya LED yang banyak beredar tidak memiliki output PAR/PUR setinggi itu.

Seperti yang akan kalian baca pada artikel ini, watt adalah pengukuran sederhana untuk energy, BUKAN kualitas cahaya yang dihasilkan. Bahkan Lumen juga tidak digunakan lagi sebagai parameter pengukuran cahaya yang baik karena PAR, PUR, focus, dan restrike.

Banyak faktor lain yang mempengaruhi pencahayaan aquarium ketimbang hanya Watt. Contohnya: Kita tidak bisa membandingkan intensitas lampu MH (Metal Halide) 150W dengan lampu Halogen Outdoor 150W. Juga lampu bohlam pijar 40W dengan lampu ulir hemat energi 40W. Maksud saya terkadang seperti kita membandingan apel dengan jeruk.

Metal Halide


Pertimbangan lain untuk lampu aquarium adalah PUR, PAR, Lumens/watt, dan bahkan ukuran lampu. Sebagai contoh, lampu ulir hemat energy 15W total panjangnya hanya belasan sentimenter dan jika diletakkan dalam reflector akan sangat efisien dalam hal daya yang digunakan dibanding ukurannya. Contoh lain adalah neon T2 yang hanya berdiameter 7 milimeter. Lampu ini akan sangat produktif dalam hal Lumens/watt (73 Lumens/watt), PAR dan tempat yang digunakan.

Neon T2


Penetrasi ke air adalah pertimbangan lainnya. Spektrum merah (wavelength tinggi) memiliki penetrasi yang buruk disbanding spektrum biru yang memiliki frekuensi lebih rendah.

Gambaran diatas hanya penjelasan singkat dari lampu aquarium. Baca lebih jauh untuk mendapatkan informasi yang lebih komprehensif.

Penting untuk diketahui pencahayaan adalah sesuatu yang kompleks, dan artikel ini akan memberikan informasi mendalam dengan beberapa pengetahuan dasar. Dengan hanya membaca sebagian tidak akan mendapatkan pemahaman yang baik. Karena itu saya menyarankan untuk membaca keseluruhan artikel (juga link yang tersedia) untuk pemahaman yang lebih detil (mungkin tidak akan selesai dalam satu kali baca)

Saya juga ingin menekankan, selama lebih dari 30 tahun pengalaman saya, pencahayaan adalah subjek yang paling cepat berkembang dalam hobi aquarium dan membutuhkan riset dan konsultasi dari orang lain yang memiliki keahlian sains lebih baik dari saya. Karena itu artikel ini bisa sewaktu-waktu berubah atau diperbaharui.


5 hal paling penting dalam memilih lampu yang dibutuhkan adalah:

  • PUR/Photosynthetically Useful Radiation (mungkin adalah factor terpenting; berhubungan dengan PAR; banyak lampu dengan PAR yang masuk akal, tapi ternyata lebih buruk dibandingkan dengan lampu lain jika mempertimbangkan PUR-nya.
  • PAR/Photosynthetically Active Radiation (penting untuk dimengerti)
  • Lumens/watt
  • Lumens focus (termasuk restrike)
  • Watt (atau watt/liter, bagaimanapun istilah ini sudah banyak diabaikan)


Bagaimanapun juga kelima kriteria lampu aquarium diatas adalah sebuah penyederhanaan, maka dari itu memahami sebaik mungkin aspek-aspek lain dari lampu juga kelebihan-kekurangan tiap tipe lampu, termasuk tipe2 yang sering diabaikan 5-10 tahun kebelakang seperti LED, ulir hemat energy, T2, dll juga penting. Menurut riset saya, lampu ulir hemat energy, T5, T2, dan terutama LED akan jadi lampu akuarium dimasa mendatang, bukan lampu CFL atau yang lain. Walaupun pada akhirnya lampu terbaik yang pernah diciptakan manusia masih tidak ada apa-apanya dibanding cahaya matahari.

| 2 comments

Thursday, 26 June 2014




Pertama sediakan alat-alat untuk ngerakitnya bisa dilihat dari foto bawah:
Kedua kita bisa merancang hoodnya disini saya menggunakan akrilik sebagai hoodlampunya, kotak kecil yang lubang 4 digunakan sebagai tempat menyimpan driver lednya.





Ketiga mulai merancang formasi emmiter yang akan dirakit, foto before masih terdapat beberapa spot cahaya sehingga dibongkar dan diperbaharui posisinya.



Keempat bisa kita hitung dengan exel calculator untuk mengetahui jumlah led yang digunakan, catatan jika menggunakan emmiter merek abal-abal seperti yang saya gunakan maka sebaiknya tambahkan 10-20% penggunaan emmiternya.
Penjelasan:
1. Pasti uda pada tau kan exel kalkulator di atas? 
2. Abaikan bagian atas dan bawah fokus pada bagian tengah yang dilingkari, saya pakai bagian 2 untuk mencari spesifikasi yang pas untuk tank 60x30x40
3. Lumen per led bagian ini saya isi 100 karena rata2 led 1watt memiliki lumen 100 sampai 130 namun karena dicampur led biru dan merah yang lumen nya lebih sedikit antara 25-30 lumen, maka saya ambil tengah nya aja 100 lumen per led. anggap saja patokan kasar nya segitu karena jumlah led putih lebih banyak dipakai dibanding biru dan merah



4. PAR saya isi 60 karena pengen lampu dengan spesifikasi highlight (55-60) untul med light dan low light silakan cari sendiri
5. Number of LED rows atau jumlah baris led. sebenernya ini berhubungan erat dengan lebar aquarium yang digunakan. perlu pertimbangan yang baik untuk menentukan jumlah baris led setidaknya buatlah sketsa tank dan LED untuk menentukan jumlah baris LED. pada rancangan ini, jumlah baris adalah 2 sketsa menyusul di bawah
6. LED height atau tinggi led, yang dimaksud disini adalah tinggi led ke permukaan bawah tank (substrat) dengan rincian:
tinggi tank = 40cm
jarak LED dari permukaan atas tank = 15cm
total 55cm = 21,65 Inci
7. Cone angel ini maksudnya lensa yang mo dipakai, kita rencananya mo pakai lensa 60 derajat, maka masukin 60 disini. (apabila tinggi tank kurang dari 60cm maka sebaiknya tindak menggunakan lensa karena malah akan mengakibatkan pencahayaan kurang merata)
8. Setelah semua data diisikan maka akan muncul jarak antar LED yang akan menjadi patokan jumlah total led. dengan masukan data2 di atas maka patokan jarak nya adalah 1,73 inci namun karena menggunakan led yang tidak jelas asal-usul nya (maaf), maka gunakan jarak 30% lebih rapat dari patokan tersebut sehingga hitungannya:
1,73 inci x 30/100 = 0,52
1,73-0,52 = 1,21 inci atau sekitar 3cm
kelima hasil sementara jadinya :D



Hasil Jadi:
Sumber: Akhmad Khairin
| 7 comments

Sunday, 22 June 2014


| No comments

Wednesday, 18 June 2014

Photosynthetically active radiation atau yang sering di singkat dengan PAR menjuk pada gelombang cahaya mathari dari 400 - 700 nano meter yang dapat digunamakan oleh organimse berfotosis dalam proses fotosintesis tersebut. 

Spektral region/ jarak gelombang cahaya ini kurang lebih adalah di jarak yang dapat di lihat oleh mata manusia. Photons pada jarak gelomabang lebih pendek cenderung mempunayai energy terlalu besar sehingga dapat merusak cell dan "tubuh", tapi kebanyakan tersaring di lapisan ozone pada stratosphere.

Photon pada gelombang lebih tinggi umumnya tidak membawa energy yang cukup utk photositesis

ps: photon adalah satuan unit dasar energi terkecil cahaya dan gelombang elektromaknetik radiasi.

Mengapa PAR relevan utk mengukur cahaya:

Pada inti nya apa yang terlihat terang di mata kita tidak pasti terang menurut tanaman, ukuran terang yang kerap di gunakan utk resonse manusia adalah dengan unit lumens , manusia cenderung sensitive dengan warna kuning dan hijau, tetapi tanaman lebih sensitive di warna biru dan merah, ini pula yang menjelaskan chrollophy yang mana pigement dominan tanaman memantulkan warna hijau yang tidak di gunakan nya sehingga di mata kita umumnya tanaman berwarna hijau






Tabel di atas adalah perbandingan PAR ideal dan apa yang di ukur oleh salah satu PAR meter umumnya apogee mq200
http://www.apogeeinstruments.co.uk/l...g-diodes-leds/

juga patut dicatat dan dapat di lihat di graph di atas, dalam pengukuran LED yang mempunai gelombang spesifik di ujung spektrum maka keakurasian PAR Meter tidak lah sempurna


Kalau begitu warna apa yang sebaik nya saya pakai:



Secara awan yang di ketahui bertanggung jawab untuk photosyinthesis adalah chlorophy,tetapi ada pigmen-pigmen lain yang membantu photosintesis ini list lengkap nya

Green plants have five closely related photosynthetic pigments (in order of increasing polarity):
Carotene - an orange pigment
Xanthophyll - a yellow pigment
Phaeophytin a[1] - a gray-brown pigment
Phaeophytin b[1] - a yellow-brown pigment
Chlorophyll a - a blue-green pigment
Chlorophyll b - a yellow-green pigment

http://en.wikipedia.org/wiki/Photosy...thetic_pigment


dibawah adalah spektrum lengkap yang di pakai tanaman



Jadi pentingkah warna spesifik cahaya??? ini adalah pertanyaan yang menurut saya subjective dan saya akan jawab dengan preferensi pribadi saya, Saya setuju dengan cahaya yang lebih spesifik memberikan warna biru dan merah maka dengan PAR yang sama maka dengan warna cahaya tersebut lebih effesien digunakan oleh tanaman(Pertumbuhan lebih cepat), tetapi dengan melihat graphic respone cahaya di atas LEBIH PENTING mengunakan cahaya yang warna nya ktia sukai karena aquascape tidak hanya terbatas kepada kecepatan menumbuhkan tanaman. 

Seperti di sebutkan paling mudah mengukur intesitas cahaya dengan par meter, di forum ini
http://www.plantedtank.net/forums/sh...d.php?t=105774

Ada graph perbandingan hasil pengukuran par dengan berbagai kofigurasi, namum akan saya singkat untuk mempermudah, Lampu tabung atau lampu TL mempunyai intesitas yang sama contoh nya lampu t5 dengan panjang 60 cm dengan jarak ke dasar sebanyak 35 cm 14 watt dan lampu t5 1.2 meter dengan watt 26(cmiiw) dan jarak ke dasar sebanyak 35 cm , maka apabila kita ukur di dasar persis di bawah lampu maka kedua nya akan memeberikan intesitas yang sama

Juga dapat di lihat dengan jarak yang meningkat maka intensitas lampu dengan cepat menurun, hubungan cahaya dengan jarak bukanlah linear sudah pernah saya bahas dapat di jelaskan dengan inverse square of light cth, pada jarak 30 cm nilai PAR adalah 60umol , tetapi utk jarak 60 cm nilai par bukan lah 30 umol tetapi 15(ini adalah contoh arbitary utk pemahaman saja)

Jadi berapa par kah yang ideal:

Low light 10-30 µmol bisa tampa co2 tambahan
Med light 30-50 µmol butuh co2 tambahan atau sering masalah algea
High Light >50 µmol sangat di rekomendasikan untuk mengunakan co2

ini adalah defenisi untuk memudahkan bahasan, umumnya pengetahuan umum menyebetukan bahwa 40-50 µmol sudah cukup untuk menam segala jenis tanaman

Untuk perbandingan target ideal saya pribadi adalah di 40-60 µmol, dan cahaya di siang hari umumnya beriksar 1000 µmol ke atas, jadi cahaya matahari langsung itu 10x lebih dari pada settingan high light kita

Hasil perbandingan PAR antara lampu ulir CFL dan LED:

Lampu Ulir CFL 24 watt:




Lampu Ulir LED 13 Watt:



Lampu Ulir LED 7 Watt:




LED ulir VS CFL dengan dan tampa hood reflektor:




Semua lampu adalah ulir dengan rating 6500 kelvin

Umumnya lampu di test dari jarak yang sama yang tertulis di foto, dan apabila tidak di sebutkan lampu tersebut mengunakan Refelktor berwarna putih, lampu ini adalah tipe lampu meja belajar umumnya dengan diameter 12 cm.Jarak di ukur dari dasar ke bibir ujung reflektor lampu

Menangapi hasil LED yang lebih baik dari perkiraan saya awal nya ada beberapa hal menurut hipotesa saya, 
1. LED tidak terlalu terpengaruh dari kualitas reflektor, karena lampu LED menyorot ke bawah dibanding CFL yang energi nya menyinari kemana-mana, apabila ada kesempatan mungkin reflektor harus di ganti dengan bahan dan warna lebih reflektif
2. LED mempunyai effesiensi energi yang bagus , tidak panas seperti cfl
3. LED mengelurkan cahaya di spektrum lebih baik utk tanaman, harus di buktikan dengan mengunakan reflektor lebih baik agar tidak berat sebelah mengutungkan LED.



| No comments

Tuesday, 17 June 2014

Bermain aquascape tidak segampang yang dikira. Untuk membuat aquascape yang enak dipandang dibutuhkan pengetahuan dasar minimal yang dibutuhkan untuk membuat aquascape. Jangan pernah membuat aquascape dengan modal nekat dan asal saja. Informasi yang kurang tentang apa saja yang dibutuhkan dalam bermainaquascape bisa jadi kesalahan yang fatal. Selain aquascape anda tidak akan terbentuk, uang dan tenaga anda terbuang sia-sia.



Berikut ini adalah kesalahan yang umum dilakukan saat awal-awal men-setup aquascape.


1. Membeli tanaman air dengan perawatan dan kebutuhan yang tinggi, sedang aquascape kita cahayanya redup, tanpa injeksi CO2, atau tanpa pupuk dasar, sehingga tanaman tersebut pantas saja melting (layu) tidak dapat tumbuh di dalam tank. Solusinya cari dulu informasi tanaman air yang akan dimasukkan ke dalam tank.

2. Menggunakan Aerator Oksigen (O2) pada aquascape bisa lebih meminimalkan kadar CO2. Ikan segar, tapi tanaman mati. Seharusnya dengan pergerakan air dari filter saja kadar O2 dalam tank sudah mencukupi.

3. Membeli ikan yang bersifat merusak. Membeli ikan yang memakan tanaman air, ikan penggali sehingga sering menggali substrat.

4. Lampu yang menyala 24 jam, jangan sampai ya, karena di alam saja tumbuhan tidak 24 jam penuh dapat cahaya kok, buat saja penerangan lampu 12 jam, selain hemat listrik juga tidak membuat air dalam aquarium hangat/menguap.

5. Air dari filter yang masuk ke aquarium seperti air terjun, ini juga kurang tepat, karena riak-riak air yang dihasilkan dapat menghilangkan kadar CO2 dalam air, air jadi sangat miskin CO2. Selang yang dekat dengan substrat dengan semburan air kencang pun tidak tepat, karena akan membuat substrat terdorong hingga pupuk dasar di bawahnya berhamburan sehingga membuat air menjadi keruh. Yang benar adalah pasang selang tercelup air namun jangan terlalu dalam.

6. Langsung memasang kayu di dalam aquascape. Kayu yang dibeli dari penjual ataupun yang didapat dari sungai biasanya masih mengandung tannin, bisa membuat air berwarna kekuningan, solusinya sebelum dijadikan hardscape, rebus dulu hingga keluar semua kandungannya.

7. Langsung menuang air ke substrat saat pertama setup aquascape. Hal ini bisa menyebabkan pupuk dasar di bawah lapisan substrat keluar berhamburan, juga membuat air yang harusnya bisa jernih menjadi keruh. Solusinya adalah sebelumm diberi air tutupi aquascape dengan plastik, kemudian siramkan air ke plastik, jadi tidak langsung ke substrat, atau bisa juga dengan menggunakan piring, taruh piring di dasar aquascape lalu alirkan air ke piring tersebut.

8. Kayu untuk hardscape yang masih ada kulitnya. Di sela-sela antara kayu dan kulit kayu biasanya ada kotoran atau bahkan hewan yang mendiami. Solusinya kupas dulu kulit kayunya, bersihkan, rebus.

9. Menggunakan lampu warna-warni yang dijual di toko aquarium. Ini lampu sebagai hiasan ya, bukan untuk fotosintesis tanaman. Solusinya belilah lampu hemat energi yang berwarna putih.

10. Menggunakan obat Snail Killer, obat pembunuh siput. Memang kalau keong sudah banyak jumlahnya jadi mengganggu pemandangan aquascape kita, tapi kalau ada udang di tank kita, hindari pemakaian obat ini karena akan membunuh udang juga. Solusinya gunakan ikan pemakan keong.
| No comments
Pencahayaan Aquarium

Secara singkatnya karena banyak yang nanya tentang kebutuhan cahaya untuk aquascape :

  1. Kenali jenis tanaman yang akan ditanam

  2. Pencahayaan untuk tanaman aquascape terdiri dari beberapa kelompok yakni :

    1. Tanaman high light Misal tanaman : Glosostigma, Elatin Triandra, Hemiantthus Cuba, Hydrocotyle Tripartita, Ludwigia Inclinata, Rotala Macrandra sp,

    2. Tanama medium light Misal tanaman : Cryptocorne Parva, Cryptocorne Balansae, Cryptocoryne Spiralis, Echinodorus Ozelot, Echinodorus Red rubin, Echinodorus Indian Red,

    3. Tanaman Low light Misal tanaman : Anubias Coffefolia, Anubias Nana, Anubias Minima, Pogostemon Erectus, Marsilea Quadrifolia

  3. Perhatikan intensitas kebutuhan tanaman tersbut terhadap cahaya
  4. Lihat volume aquarium, bagaimana cara menghitungnya ?
    • Panjang x lebar x tinggi
    • Misalkan Panjang 60cm lebar 40 cm tinggi 40 cm
    • Volume = 96000
    • Bagi 1000 biar dapet literanya = 96 liter
  5. Bagi yang mau setting aquarium
    • High light x volume sama 1 = 96 watt
    • Medium light x volume sama 0,8 = 76 watt
    • Low light x volume sama 0,6 = 57 watt
  6. Dalam hal ini saya ingin menggunakan cuba yang notabene adalah tipe high light, oleh karena itu saya mengunakan T4 20 watt 5 biji = 100 watt





Catatan Tambahan

  • Untuk aquarium dengan kedalaman lebih dari 70cm disarankan menggunakan MH
  • Untuk aquarium 60 cm kebawah aturan 1 watt per liter akan tidak berlaku, semakin kecil aqua maka harus lebih intense juga watt nya
  • Demikian pula untuk aquarium besar misalkan 400 liter, tidak harus juga lampunya 400 watt 
  • Misalkan ingin kombinasi antara tanaman high light dengan low light contohnya bawah cuba, sekaligus anubias, berarti sebisa mungkin diatas anubias ada shading misalkan ranting dikasih moss, atau tanaman berdaun lebar lainnya.
  • reflector sangat berpengaruh terhadap efisiensi cahaya yang dapat digunakan untuk berfotosintensis
| No comments
Visible Light

seperti yang kita ketahui, cahaya itu adalah gelombang, sama seperti gelombang gamma ray, x-ray, ultraviolet, microwace, dan gelombang radio, prinsipnya sama.
gelombang memiliki panjang yang diukur dalam satuan nanometer (nm) sampai meter (m). Panjang gelombang berkaitan dengan penetrasi terhadap suatu benda. Semakin panjang gelombang, maka penetrasinya semakin buruk.
gelombang yang dapat dilihat oleh mata kita adalah yang memiliki panjang gelombang -+ 400 s/d 700nm , atau berturut2 dari panjang gelombang tertinggi yaitu merah-jingga-kuning-hijau-biru-nila(indigo)-ungu(violet). Sewaktu sekolah kita sering menghafal warna pelangi atau warna strip resistor dengan menyingkatnya menjadi me-ji-ku-hi-bi-ni-u, ya itulah warna2 yang dapat ditangkap oleh mata kita atau yang dikenal dengan visible lights. Seperti dijelaskan pada gambar berikut:
lampu yang terlihat putih, bukan berarti memiliki spektrum warna putih. Karena putih tidak ada pada gelombang cahaya diatas. warna putih merupakan campuran antara seluruh visible lights. Begitu pula pada lampu putih cool white 6500K, merupakan campuran seluruh visible lights namun didominasi oleh biru-hijau-kuning.
Lihat spectral distribution lampu T8 Osram Biolux 30W/965 6500K dibawah. Walaupun sebenernya dengan Kelvin yang sama bisa menghasilkan spectral distribution yang berbeda2 tiap jenis dan merk lampunya, tapi kurang lebih shape grafik nya mirip:
Osram T8 30W/965
terlihat wavelength didominasi oleh warna nila (indigo-430-440nm), skyblue (470-480nm), hijau (540-550nm), kuning (560-570nm), dan merah (620-630nm). Kebutuhan tanaman akan spektrum tertentu akan dibahas selanjutnya.

Algae & Plants Photosynthesis Wavelength


Gelombang cahaya yang dapat ditangkap oleh stomata tanaman berkisar dari 380nm s/d 750nm. Ini biasa disebut dengan PAR (Photosynthesis Active Radiation). Namun, klorofil a dan klorofil b yang berperan penting dalam perkembangan batang dan daun sangat membutuhkan spektrum-spektrum tertentu, seperti gambar dibawah:


coba lihat grafik wavelength yang dibutuhkan untuk fotosintesis klorofil a dan klorofil b,,
Terlihat masing-masing klorofil untuk fotosintesis memiliki 2 puncak wavelength yaitu disebelah kiri (dominan spektrum biru) dan disebelah kanan (dominan spektrum merah)
Spektrum kuning dan hijau dapat dimanfaatkan oleh Red Algae (black brush algae/BBA, hair algae, thread algae, claodophora, staghorn, dll) dan Cyanobacteria (Blue Green Algae). Jadi dengan mengurangi kedua spektrum ini kita bisa meminimalisir, mencegah, dan menghambat pertumbuhan algae.
Kelompok Green Algae (green water dan Green Spot Algae / GSA) agak sulit dihambat karena kebutuhan cahaya algae kelas ini sama persis dengan kebutuhan cahaya untuk fotosintesis taneman tingkat tinggi.
Ini berarti hanya spektrum yang mendekati warna merah dan biru yang dibutuhkan oleh fotosintesis,, lebih tepatnya puncak spektrum fotosintesis berada pada 4 warna yaitu:
- royal blue (deep blue/biru tua keunguan)
- indigo (nila/ungu kebiruan)
- merah
- merah tua (deep red/near infra red)
Sedangkan spektrum kuning-hijau (yang dominan pada lampu putih) tidak dibutuhkan atau sangat sedikit sekali digunakan untuk fotosintesis.

Lighting for Plants Photosynthesis

Jadi lampu seperti apa yang dapat mengakomodasi spektrum warna fotosintesis seperti diatas?
Jawabannya ya hanya lampu yang menghasilkan cahaya nila, biru tua, merah, dan merah tua. Wah kalau seperti itu lampu aquascape kayak tempat disko dong? Lah iya, kalau hanya mengejar pertumbuhan tanaman dengan optimalisasi fotosintesis melalui lampu, ya itulah yang dibutuhkan.
Tapi aquascape tak hanya melulu tentang tingkat kecepatan pertumbuhan tanaman, namun juga keindahan yang ditangkap mata kita. Dengan membaca beberapa artikel dan eksperimen pribadi, saya keluar dengan angka kombinasi temperatur warna (kelvin) yang mengoptimalkan fotosintesis tanpa mengorbankan pandangan mata, yaitu:
20% lampu kekuningan (warm white 2700-3200K)
20% lampu biru (royal blue 455nm – 100.000K)
60% lampu putih (cool white/daylight – 6000-7000K)
teknologi saat ini yang mampu mengakomodasi kombinasi temperature warna diatas hanyalah LED. Untuk lebih jelasnya, bisa lanjut baca kebawah:
Mau tau wavelength dominan dari color temperature 3200K, 6500K, dan 100.000K (royal blue) ?
Percobaan dilakukan pada LED kombinasi tiga color temperature diatas, dan ditutupi dengan kertas putih tebal bekas kalender,
Eksperimen spektrum LED

jika kertas putih diberi jarak -+10cm dengan LED:

pada gambar kedua terlihat jelas gelombang warna yang dihasilkan tiap color temperature, yaitu:- lampu putih (color temperature 6500K):
wavelength dominan yaitu kuning kehijauan, sehingga kurang efektif untuk fotosintesis yang tidak membutuhkan spektrum kuning-hijau
- lampu biru Royal Blue (color temperature 100.000K)
wavelength dominan yaitu deep blue (biru tua keunguan). Spektrum ini dibutuhkan untuk fotosintesis klorofil b (perkembangan daun dan warna)
- lampu kekuningan / warm white (color temperature 3200K):
wavelength dominan yaitu merah, terlihat warna kemerahan disamping warna biru (warm white diletakkan bersebelahan dengan royal blue). Spektrum merah dibutuhkan untuk fotosintesis klorofil a (pertumbuhan batang)
berikut spectral distribution berbagai LED dengan color temperature berbeda2.
Perlu diperhatikan, walau memiliki Kelvin sama tiap merk bisa menghasilkan spectral distribution yang berbeda2, tapi bisa dikatakan kurang lebih shape grafik nya sama (spektrum dominan/puncak wavelength nya kurang lebih pada panjang gelombang yang sama).

LED spectral distribution 
3000K warm white
4400K neutral white
6000K cool white
100.000K royal blue

source : Wendy Kurniawan (http://forum.indoaquascape.com/showthread.php/11518-Light-photosynthesis-amp-algae)
| No comments
Copyright © 2013. Aquascape Design - All Rights Reserved
Re-Design by ArtBAG, Design n Tech | Published by Aquascape Design