Showing posts with label Low Light. Show all posts
Showing posts with label Low Light. Show all posts

Tuesday, 15 July 2014

Sumber: Article Superwen

OVERVIEW


Ketika memilih lampu untuk akuarium, banyak hal yang harus dipertimbangkan ketimbang hanya wpg (watt/gallon atau watt/liter)

Faktanya, aturan 2-5 Watt/gallon adalah patokan awal yang SANGAT dasar (aturan ini berbeda2 tergantung dari apa yang dipelihara & siapa yang ditanya), bagaimanapun aturan ini sangat general dan sudah mulai ketinggalan jaman karena teknologi lampu saat ini memiliki variasi Lumen/watt, wavelength/spektrum yang berbeda2, focused lumens, PAR/PUR, dll.

Sayangnya aturan Watt/liter untuk aquarium saat ini masih sering didengungkan dan digunakan walaupun teknologi2 baru pada lampu sudah membuat aturan ini menjadi tidak akurat lagi. Sebagai contoh, lampu LED kualitas baik dengan PAR/PUR yang tinggi hanya membutuhkan sekitar 4% daya dari unit lampu T12 untuk menghasilkan pencahayaan yang sama, dan sekitar 15% daya dari unit lampu T8 atau T12. Walaupun sebenarnya LED yang banyak beredar tidak memiliki output PAR/PUR setinggi itu.

Seperti yang akan kalian baca pada artikel ini, watt adalah pengukuran sederhana untuk energy, BUKAN kualitas cahaya yang dihasilkan. Bahkan Lumen juga tidak digunakan lagi sebagai parameter pengukuran cahaya yang baik karena PAR, PUR, focus, dan restrike.

Banyak faktor lain yang mempengaruhi pencahayaan aquarium ketimbang hanya Watt. Contohnya: Kita tidak bisa membandingkan intensitas lampu MH (Metal Halide) 150W dengan lampu Halogen Outdoor 150W. Juga lampu bohlam pijar 40W dengan lampu ulir hemat energi 40W. Maksud saya terkadang seperti kita membandingan apel dengan jeruk.

Metal Halide


Pertimbangan lain untuk lampu aquarium adalah PUR, PAR, Lumens/watt, dan bahkan ukuran lampu. Sebagai contoh, lampu ulir hemat energy 15W total panjangnya hanya belasan sentimenter dan jika diletakkan dalam reflector akan sangat efisien dalam hal daya yang digunakan dibanding ukurannya. Contoh lain adalah neon T2 yang hanya berdiameter 7 milimeter. Lampu ini akan sangat produktif dalam hal Lumens/watt (73 Lumens/watt), PAR dan tempat yang digunakan.

Neon T2


Penetrasi ke air adalah pertimbangan lainnya. Spektrum merah (wavelength tinggi) memiliki penetrasi yang buruk disbanding spektrum biru yang memiliki frekuensi lebih rendah.

Gambaran diatas hanya penjelasan singkat dari lampu aquarium. Baca lebih jauh untuk mendapatkan informasi yang lebih komprehensif.

Penting untuk diketahui pencahayaan adalah sesuatu yang kompleks, dan artikel ini akan memberikan informasi mendalam dengan beberapa pengetahuan dasar. Dengan hanya membaca sebagian tidak akan mendapatkan pemahaman yang baik. Karena itu saya menyarankan untuk membaca keseluruhan artikel (juga link yang tersedia) untuk pemahaman yang lebih detil (mungkin tidak akan selesai dalam satu kali baca)

Saya juga ingin menekankan, selama lebih dari 30 tahun pengalaman saya, pencahayaan adalah subjek yang paling cepat berkembang dalam hobi aquarium dan membutuhkan riset dan konsultasi dari orang lain yang memiliki keahlian sains lebih baik dari saya. Karena itu artikel ini bisa sewaktu-waktu berubah atau diperbaharui.


5 hal paling penting dalam memilih lampu yang dibutuhkan adalah:

  • PUR/Photosynthetically Useful Radiation (mungkin adalah factor terpenting; berhubungan dengan PAR; banyak lampu dengan PAR yang masuk akal, tapi ternyata lebih buruk dibandingkan dengan lampu lain jika mempertimbangkan PUR-nya.
  • PAR/Photosynthetically Active Radiation (penting untuk dimengerti)
  • Lumens/watt
  • Lumens focus (termasuk restrike)
  • Watt (atau watt/liter, bagaimanapun istilah ini sudah banyak diabaikan)


Bagaimanapun juga kelima kriteria lampu aquarium diatas adalah sebuah penyederhanaan, maka dari itu memahami sebaik mungkin aspek-aspek lain dari lampu juga kelebihan-kekurangan tiap tipe lampu, termasuk tipe2 yang sering diabaikan 5-10 tahun kebelakang seperti LED, ulir hemat energy, T2, dll juga penting. Menurut riset saya, lampu ulir hemat energy, T5, T2, dan terutama LED akan jadi lampu akuarium dimasa mendatang, bukan lampu CFL atau yang lain. Walaupun pada akhirnya lampu terbaik yang pernah diciptakan manusia masih tidak ada apa-apanya dibanding cahaya matahari.

| 2 comments

Tuesday, 8 July 2014


Hydrocotyle Verticillata:


Spesifikasi:
Tinggi Max.: 15-25cm
Pertumbuhan: Medium to Fast
Cahaya: Medium to High
Temperature: 20-25C


Hydrocotyle Leucocephala:



Spesifikasi:
Tinggi Max.: 50-60cm
Pertumbuhan: Fast
Cahaya: High
Temperature: 20-28C


Hydrocotyle Sibthorpioides:



Spesifikasi:
Tinggi Max.: 12cm
Pertumbuhan: Medium to Fast
Cahaya: Medium to High
Temperature: 20-28C


| No comments

Sunday, 22 June 2014


| No comments

Wednesday, 18 June 2014


Keseimbangan Aquascape

Keseimbangan merupakan kata kunci pada setiap tank, dalam hal ini, pada ekosistem tertutup yang terjadi pada sebuah planted tank, atau pun aquascape. Untuk membuat sebuah keseimbangan yang tepat, dibutuhkan waktu yang cukup lama. Sehingga, dapat dikatakan cukup banyak yang menyerah dalam membuat atau pun mempertahankan sebuah keseimbangan.

Keseimbangan di sini, terbagi menjadi dua aliran, yakni low tech (yang merupakan hasil adaptasi dari konsep yang dikembangkan oleh Diana Walstad) dan high tech (berisikan peralatan yang lengkap). Kedua aliran tersebut membutuhkan sebuah keseimbangan yang pas, baik secara ekosistem, maupun 'suntikan' CO2, nutrient, atau pun lighting yang seimbang.

Ya, dalam keseimbangan di sini, dipengaruhi oleh 3 faktor, yaitu:
  1. Lighting
  2. CO2
  3. Nutrient
  4. Filtration & Water Flow Rate
Ketiga faktor utama di atas, memiliki perannya masing-masing dalam menunjang sebuah ekosistem, baik itu secara langsung, maupun tidak langsung. Mengapa tidak langsung? Karena setiap faktor memiliki peranannya tersendiri yang secara otomatis membantu terbentuknya ekosistem itu sendiri, dimulai dari pembentukan bakteri, hingga terjadinya proses reduksi.

Kembali pada point utama mengenai keseimbangan, ketiga faktor tersebut harus dapat diseimbangkan antara satu dengan yang lainnya, misalnya : apabila anda menginginkan kecepatan yang signifikan untuk pertumbuhan tanaman, maka ketiga faktor tersebut harus diberikan dalam kuantitas dan kadar yang tinggi, dan begitu juga sebaliknya. Mengapa demikian? karena, apabila terjadi ketidakseimbangan, maka akan terjadi algae bloom, yang mana, mungkin akan mengganggu proses fotosintesis, atau pun hal lainnya yang dapat mengganggu ekosistem.

Lalu, mengenai faktor tambahan, yakni Filter dan arus air. 
Filter sangatlah berperan untuk membantu terbentuknya koloni bakteri yang sangat berperan dalam terbentuknya ekosistem, sedangkan arus air digunakan untuk membantu pertumbuhan akar yang lebih kuat, proses pelarutan CO2 serta pemerataan CO2 ke seluruh bagian tank, pemerataan nutrisi baik yang diberikan secara langsung, atau pun yang terbentuk dari hasil proses nitrifikasi atau pun reduksi, serta pembentukan surface aggitation yang mencegah terbentuknya koloni bakteri yang berupa lapisan protein, sehingga memperlancar terjadinya proses pertukaran udara dalam air.

Untuk mencapai sebuah keseimbangan pada sebuah tank, diperlukan trial & error hingga berhasil. Semua rumus atau pun aturan, dibuat hanya untuk dijadikan tolak ukur saja, bukan aturan permanen yang harus ditepati dan dipatuhi. Tapi bukan berarti anda dapat terus menerus melanggar atau pun mengubah konsep atau aturan yang ada, karena setiap tanaman, ekosistem, dll, pasti ada batasnya.

Suhu / Temperatur


Walaupun terlihat sepele, namun tidaklah demikian. Temperatur sangat berperan penting dalam aquascape, terutama pengaruh pada tanaman dan bacteria cycle. Pada suhu rendah <25 C, CO2 lebih mudah larut, namun sebaliknya, NH3 cenderung mengendap di dasar yang dapat mengakibatkan berbagai macam algae, sedangkan pada suhu tinggi >28 C, O2 lebih mudah larut, NH3 dapat cycling dengan sempurna oleh bakteri, namun tanaman memiliki tingkat metabolisme yang lebih tinggi. Sehingga dibutuhkan faktor pendukung yang lebih.


Lalu, bagaimana agar bisa saling bekerjasama? beberapa merk termometer, menandai produk mereka bahwa 26-28 C merupakan suhu yang ideal, hal tersebut dapat dikatakan benar adanya, karena selain tanaman dapat tumbuh dengan optimal, keseluruhan ekosistem pun tidak terganggu. 
| No comments
Photosynthetically active radiation atau yang sering di singkat dengan PAR menjuk pada gelombang cahaya mathari dari 400 - 700 nano meter yang dapat digunamakan oleh organimse berfotosis dalam proses fotosintesis tersebut. 

Spektral region/ jarak gelombang cahaya ini kurang lebih adalah di jarak yang dapat di lihat oleh mata manusia. Photons pada jarak gelomabang lebih pendek cenderung mempunayai energy terlalu besar sehingga dapat merusak cell dan "tubuh", tapi kebanyakan tersaring di lapisan ozone pada stratosphere.

Photon pada gelombang lebih tinggi umumnya tidak membawa energy yang cukup utk photositesis

ps: photon adalah satuan unit dasar energi terkecil cahaya dan gelombang elektromaknetik radiasi.

Mengapa PAR relevan utk mengukur cahaya:

Pada inti nya apa yang terlihat terang di mata kita tidak pasti terang menurut tanaman, ukuran terang yang kerap di gunakan utk resonse manusia adalah dengan unit lumens , manusia cenderung sensitive dengan warna kuning dan hijau, tetapi tanaman lebih sensitive di warna biru dan merah, ini pula yang menjelaskan chrollophy yang mana pigement dominan tanaman memantulkan warna hijau yang tidak di gunakan nya sehingga di mata kita umumnya tanaman berwarna hijau






Tabel di atas adalah perbandingan PAR ideal dan apa yang di ukur oleh salah satu PAR meter umumnya apogee mq200
http://www.apogeeinstruments.co.uk/l...g-diodes-leds/

juga patut dicatat dan dapat di lihat di graph di atas, dalam pengukuran LED yang mempunai gelombang spesifik di ujung spektrum maka keakurasian PAR Meter tidak lah sempurna


Kalau begitu warna apa yang sebaik nya saya pakai:



Secara awan yang di ketahui bertanggung jawab untuk photosyinthesis adalah chlorophy,tetapi ada pigmen-pigmen lain yang membantu photosintesis ini list lengkap nya

Green plants have five closely related photosynthetic pigments (in order of increasing polarity):
Carotene - an orange pigment
Xanthophyll - a yellow pigment
Phaeophytin a[1] - a gray-brown pigment
Phaeophytin b[1] - a yellow-brown pigment
Chlorophyll a - a blue-green pigment
Chlorophyll b - a yellow-green pigment

http://en.wikipedia.org/wiki/Photosy...thetic_pigment


dibawah adalah spektrum lengkap yang di pakai tanaman



Jadi pentingkah warna spesifik cahaya??? ini adalah pertanyaan yang menurut saya subjective dan saya akan jawab dengan preferensi pribadi saya, Saya setuju dengan cahaya yang lebih spesifik memberikan warna biru dan merah maka dengan PAR yang sama maka dengan warna cahaya tersebut lebih effesien digunakan oleh tanaman(Pertumbuhan lebih cepat), tetapi dengan melihat graphic respone cahaya di atas LEBIH PENTING mengunakan cahaya yang warna nya ktia sukai karena aquascape tidak hanya terbatas kepada kecepatan menumbuhkan tanaman. 

Seperti di sebutkan paling mudah mengukur intesitas cahaya dengan par meter, di forum ini
http://www.plantedtank.net/forums/sh...d.php?t=105774

Ada graph perbandingan hasil pengukuran par dengan berbagai kofigurasi, namum akan saya singkat untuk mempermudah, Lampu tabung atau lampu TL mempunyai intesitas yang sama contoh nya lampu t5 dengan panjang 60 cm dengan jarak ke dasar sebanyak 35 cm 14 watt dan lampu t5 1.2 meter dengan watt 26(cmiiw) dan jarak ke dasar sebanyak 35 cm , maka apabila kita ukur di dasar persis di bawah lampu maka kedua nya akan memeberikan intesitas yang sama

Juga dapat di lihat dengan jarak yang meningkat maka intensitas lampu dengan cepat menurun, hubungan cahaya dengan jarak bukanlah linear sudah pernah saya bahas dapat di jelaskan dengan inverse square of light cth, pada jarak 30 cm nilai PAR adalah 60umol , tetapi utk jarak 60 cm nilai par bukan lah 30 umol tetapi 15(ini adalah contoh arbitary utk pemahaman saja)

Jadi berapa par kah yang ideal:

Low light 10-30 µmol bisa tampa co2 tambahan
Med light 30-50 µmol butuh co2 tambahan atau sering masalah algea
High Light >50 µmol sangat di rekomendasikan untuk mengunakan co2

ini adalah defenisi untuk memudahkan bahasan, umumnya pengetahuan umum menyebetukan bahwa 40-50 µmol sudah cukup untuk menam segala jenis tanaman

Untuk perbandingan target ideal saya pribadi adalah di 40-60 µmol, dan cahaya di siang hari umumnya beriksar 1000 µmol ke atas, jadi cahaya matahari langsung itu 10x lebih dari pada settingan high light kita

Hasil perbandingan PAR antara lampu ulir CFL dan LED:

Lampu Ulir CFL 24 watt:




Lampu Ulir LED 13 Watt:



Lampu Ulir LED 7 Watt:




LED ulir VS CFL dengan dan tampa hood reflektor:




Semua lampu adalah ulir dengan rating 6500 kelvin

Umumnya lampu di test dari jarak yang sama yang tertulis di foto, dan apabila tidak di sebutkan lampu tersebut mengunakan Refelktor berwarna putih, lampu ini adalah tipe lampu meja belajar umumnya dengan diameter 12 cm.Jarak di ukur dari dasar ke bibir ujung reflektor lampu

Menangapi hasil LED yang lebih baik dari perkiraan saya awal nya ada beberapa hal menurut hipotesa saya, 
1. LED tidak terlalu terpengaruh dari kualitas reflektor, karena lampu LED menyorot ke bawah dibanding CFL yang energi nya menyinari kemana-mana, apabila ada kesempatan mungkin reflektor harus di ganti dengan bahan dan warna lebih reflektif
2. LED mempunyai effesiensi energi yang bagus , tidak panas seperti cfl
3. LED mengelurkan cahaya di spektrum lebih baik utk tanaman, harus di buktikan dengan mengunakan reflektor lebih baik agar tidak berat sebelah mengutungkan LED.



| No comments

Tuesday, 17 June 2014

Pencahayaan Aquarium

Secara singkatnya karena banyak yang nanya tentang kebutuhan cahaya untuk aquascape :

  1. Kenali jenis tanaman yang akan ditanam

  2. Pencahayaan untuk tanaman aquascape terdiri dari beberapa kelompok yakni :

    1. Tanaman high light Misal tanaman : Glosostigma, Elatin Triandra, Hemiantthus Cuba, Hydrocotyle Tripartita, Ludwigia Inclinata, Rotala Macrandra sp,

    2. Tanama medium light Misal tanaman : Cryptocorne Parva, Cryptocorne Balansae, Cryptocoryne Spiralis, Echinodorus Ozelot, Echinodorus Red rubin, Echinodorus Indian Red,

    3. Tanaman Low light Misal tanaman : Anubias Coffefolia, Anubias Nana, Anubias Minima, Pogostemon Erectus, Marsilea Quadrifolia

  3. Perhatikan intensitas kebutuhan tanaman tersbut terhadap cahaya
  4. Lihat volume aquarium, bagaimana cara menghitungnya ?
    • Panjang x lebar x tinggi
    • Misalkan Panjang 60cm lebar 40 cm tinggi 40 cm
    • Volume = 96000
    • Bagi 1000 biar dapet literanya = 96 liter
  5. Bagi yang mau setting aquarium
    • High light x volume sama 1 = 96 watt
    • Medium light x volume sama 0,8 = 76 watt
    • Low light x volume sama 0,6 = 57 watt
  6. Dalam hal ini saya ingin menggunakan cuba yang notabene adalah tipe high light, oleh karena itu saya mengunakan T4 20 watt 5 biji = 100 watt





Catatan Tambahan

  • Untuk aquarium dengan kedalaman lebih dari 70cm disarankan menggunakan MH
  • Untuk aquarium 60 cm kebawah aturan 1 watt per liter akan tidak berlaku, semakin kecil aqua maka harus lebih intense juga watt nya
  • Demikian pula untuk aquarium besar misalkan 400 liter, tidak harus juga lampunya 400 watt 
  • Misalkan ingin kombinasi antara tanaman high light dengan low light contohnya bawah cuba, sekaligus anubias, berarti sebisa mungkin diatas anubias ada shading misalkan ranting dikasih moss, atau tanaman berdaun lebar lainnya.
  • reflector sangat berpengaruh terhadap efisiensi cahaya yang dapat digunakan untuk berfotosintensis
| No comments

Sunday, 15 June 2014

Java Fern - Microsorum pteropus


Windelov Java Fern, Windelov Fern - Microsorum pteropus 'Windelov'



Narrow Leaf Java Fern - Microsorum pteropus v. 'narrow leaf'


Java Moss - Vesicularia dubyana


Green Hygro - Hygrophila polysperma


*Sunset Hygro - Hygrophila polysperma 'Rosanervig'


Ceylon Hygro - Hygrophila polysperma 'Ceylon'


Rotala Rotundifolia - Rotala rotundifolia


Rotala Rotundifolia sp. Green - Rotala rotundifolia sp. 'Green'


Rotala Indica - Rotala indica


Hornwort - Ceratophylum demersum


Parrots Feather - Myriophyllum aquaticum


Moneywort, Water Hyssop - Bocapa monnieri
Brazilian Pennywort, Pennywort - Hydrocotyle leucocephala
Crypt Wendtii - Cryptocoryne wendtii
Crypt Balansae - Cryptocoryne Balansae
Pygmy Crypt - Cryptocoryne pygmaea
Guppy Grass - Najas guadalupensis
Anubias barteri - Anubias barteri v. barteri
Anubias barteri 'marble' - Anubias barteri 'marble'
Anubias barteri v. 'glabra' - Anubias barteri v. 'glabra'
Anubias nana - Anubias barteri v. 'nana'
Coffee leaf anubias - Anubias barteri v. 'coffeefolia'
Crypt retrospiralis - Cryptocoryne retrospiralis
Crypt spiralis - Cryptocoryne spiralis
Golden nana - Anubias barteri v. 'nana golden'
Narrow leaf nana - Anubias barteri v. 'nana narrow leaf'
Petite nana - Anubias barteri v. nana 'petite'
Philippine Java Fern - Microsorum pteropus 'Philippine'
Red Java fern - Microsorum pteropus "red"
Crypt Becketii - Cryptcoryne becketii
Pelia - Monosolenium tenerum
Waterwheel Plant - Aldrovanda vesiculosa
Bacopa - Bacopa caroliniana
African Water Fern - Bolbitis heudelotii
Hornwort - Ceratophyllum submersum
Crypt Aponogetifolia - Cryptocoryne aponogetifolia
Micro Crypt - Cryptocoryne petchii
Tropica Sword - Echinodorus parviflorus 'Tropica'
Downoi - Pogostemon helferi
| No comments
Copyright © 2013. Aquascape Design - All Rights Reserved
Re-Design by ArtBAG, Design n Tech | Published by Aquascape Design