Showing posts with label Fish. Show all posts
Showing posts with label Fish. Show all posts

Saturday, 5 July 2014


Benda berupa kristal berwarna putih ini sudah sangat lama dikenal oleh para akuaris. Keberadaannya bukan merupakan hal yang asing, bahkan boleh dikatakan kehadiran benda ini seolah sudah menjadi bagian terintegrasi dengan hobi ikan hias. Garam yang dimaksud adalah garam NaCl, yaitu garam seperti yang kita kenal pada umumnya sebagai garam dapur dalam kehidupan sehari-hari. Rupa dan rasanya sama. Perbedaan utama antara garam ikan dengan garam dapur atau garam meja adalah pada kemurniannya. Garam ikan diharapkan hanya mengandung NaCl saja, karena kehadiran bahan lain pada garam ini dikhawatirkan akan mempunyai dampak yang tidak diinginkan pada ikan yang bersangkutan. Sedangkan garam dapur sering telah mengalami pengkayaan dengan berbagai bahan lain yang diperlukan oleh manusia, seperti Iodium, atau bahan lainnya. Oleh karena itu sering kali secara umum disebutkan bahwa garam yang digunakan untuk ikan adalah garam tidak beriodium. Iodium sendiri tentu saja diperlukan oleh ikan, akan tetapi kehadiran bahan lain yang tidak diketahui dengan pastilah yang menimbulkan kekhawatiran akan menyebabkan dampak yang tidak diinginkan. Apabila tidak terlalu mendesak maka penggunaan garam yang memang sudah dikhususkan untuk ikan akan lebih aman. Meskipun demikian banyak dilaporkan bahwa penggunaan garam beriodiumpun tidak menyebabkan dampak merugikan pada ikan-ikan yang diberi perlakuan tersebut. 

Fungsi Garam
Ikan , dalam hal ini ikan air tawar, di dalam air ibarat sekantung garam. Ikan harus selalu menjaga dirinya agar garam tersebut tidak melarut, atau lolos kedalam air. Apabila hal ini terjadi maka ikan yang bersangkutan akan mengalami masalah. Secara umum kulit ikan merupakan lapisan kedap, sehingga garam didalam tubuhya tidak mudah “bocor” kedalam air. Satu-satunya bagian ikan yang berinteraksi dengan air adalah insang. 

Air secara terus menerus masuk kedalam tubuh ikan melalui insang. Proses ini secara pasif berlangsung melalui suatu proses osmosis yaitu, terjadi sebagai akibat dari kadar garam dalam tubuh ikan yang lebih tinggi dibandingkan dengan lingkungannya. Sebaliknya garam akan cenderung keluar. Dalam keadaan normal proses ini berlangsung secara seimbang. Peristiwa pengaturan proses osmosis dalam tubuh ikan ini dikenal dengan sebutan osmoregulasi. Tujuan utama osmoregulasi adalah untuk mengontrol konsentrasi larutan dalam tubuh ikan. Apabila ikan tidak mampu mengontrol proses osmosis yang terjadi, ikan yang bersangkutan akan mati., karena akan terjadi ketidak seimbangan konsentrasi larutan tubuh, yang akan berada diluar batas toleransinya.

Pada saat ikan sakit, luka, atau stress proses osmosis akan terganggu sehingga air akan lebih banyak masuk kedalam tubuh ikan, dan garam lebih banyak keluar dari tubuh, akibatnya beban kerja ginjal ikan untuk memompa air keluar dari dalam tubuhnya meningkat. Bila hal ini terus berlangsung, bisa sampai menyebabkan ginjal menjadi rusak (gagal ginjal) sehingga ikan tersebut tewas. Selain itu, hal ini juga akan diperparah oleh luka dan atau penyakitnya itu sendiri. Dalam keadaan normal ikan mampu memompa keluar air kurang lebih 1/3 dari berat total tubuhnya setiap hari. Penambahan garam kedalam air diharapkan dapat membantu menjaga ketidak seimbangan ini, sehingga ikan dapat tetap bertahan hidup dan mempunyai kesempatan untuk memulihkan dirinya dari luka, atau penyakitnya. Tentu saja dosisnya harus diatur sedemikan rupa sehingga kadar garamnya tidak lebih tinggi dari pada kadar garam dalam darah ikan. Apabila kadar garam dalam air lebih tinggi dari kadar garam darah, efek sebaliknya akan terjadi, air akan keluar dari tubuh ikan, dan garam masuk kedalam darah, akibatnya ikan menjadi terdehidrasi dan akhirnya mati.

Pada kadar yang tinggi garam sendiri dapat berfungsi untuk mematikan penyakit terutama yang diakibatkan oleh jamur dan bakteri. Meskipun demikian lama pemberiannya harus diperhatikan dengan seksama agar jangan sampai ikan mengalami dehidrasi. 




Beberapa Keunggulan Garam Ikan
Pemberian garam termasuk aman bagi ikan, asal diberikan dengan dosis yang sesuai. Selain itu juga aman bagi manusia.

Seperti disebutkan sebelumnya, garam akan membantu menyeimbangkan kembali proses osmoregulasi dan memicu daya tahan tubuh ikan terhadap penyakit yang dideritanya.


Sampai tahap tertentu diketahui garam mampu memblokir efek nitrit. Nitrit dalam air dapat terserap kedalam system peredaran darah ikan, sehingga darah berubah menjadi kecoklatan. Kehadiran nitrit akan menyebabkan kemampuannya untuk membawa oksigen menjadi menurun, sehingga pada kondisi kelebihan nitrit sering terjadi “penyakit darah coklat”. Dengan adanya garam kejadian demikian bisa dihindari.
Garam mampu membunuh parasit-parasit bersel tunggal seperti Ich (white spot), jamur dan bakteri lainnya. Terakhir garam mudah didapat dan mudah dibeli, sehingga bisa tersedia setiap saat pada waktu diperlukan.

Dosis dan Cara Pemberian
Garam sudah lama digunakan sebagai antiseptik pada akuarium, selain itu juga kerap digunakan sebagai anti jamur (fungisida). Meskipun demikian akhir-akhir ini penggunaan garam sebagai fungisida relatif jarang dilakukan karena banyaknya anti jamur lain yang telah dibuat khusus untuk ikan.

Beberapa dosis penggunaan garam adalah:
Sebagai profilaktik:

Sebagai profilaktik, atau sebagai tonik, atau dalam bahasa umum sebagai “jamu” dianjurkan untuk menggunakan garam sebanyak 1 – 2 sendok teh garam per 4 liter air, atau sebanyak 1 – 2 gram per liter. Atau dengan kata lain sebanyak 0.1 – 0.2 persen. Sebelumnya garam disiapkan di suatu wadah. Kemudian dibuat larutan dalam wadah tersebut sesuai dengan dosis. Setelah garam melarut baru dimasukan kedalam akuarium. Dosis sebagai “jamu” ini digunakan apabila kita belum tahu persis penyakit apa yang sebenarnya menjangkiti ikan, atau bisa juga digunakan apabila ikan terluka, stress dan sejenisnya. Dengan demikian sistem osmoregulasi ikan tetap prima sehingga ikan mudah melakukan pemulihan.


Sebagai perlakuan pengobatan infeksi jamur dan atau bakteri

Untuk keperluan ini diperlukan larutan garam dengan konsentrasi 1 %, atau larutan 10 g garam dan 1 liter air. Pemberian larutan ini hendaknya diberikan secara sedikit demi sedikit sehingga konsentrasi tersebut akan tercapai setelah 24 – 48 jam. Jadi jangan diberikan sekaligus sebanyak 1 %, tapi diberikan secara perlahan-lahan. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kejutan osmotic, atau stress pada ikan yang bersangkutan. 
Pada awalnya konsentrasi larutan dapat dimulai pada tingkat 0.1 – 0.2 %. Kemudian secara teratur garam ditambahkan pada selang waktu tertentu, misalnya setiap 3-4 jam sekali. Apabila pada saat peningkatan konsentrasi garam ini ikan mengalami stress, hentikan segera perlakuan, kemudian ganti air sebagian sehingga konsentrasi garam turun ketingkat semula.

Untuk mengurangi pengaruh racun dari nitrit.

Untuk mengurangi pengaruh nitrit dosis yang dianjurkan adalah 1 gram perliter air.


Untuk melepaskan lintah pada ikan

Dapat dilakukan dengan merendam ikan yang bersangkutan secara singkat dalam larutan garam 2.5 %. Perendaman pada dosis demikian akan menyebabkan lintah melepaskan diri dari tubuh ikan. Meskipun demikian larutan ini tidak akan membunuh lintah itu sendiri.


Sebagai obat infeksi Piscinoodinium (Velvet).

Pengobatan terhadap infeksi Piscinoodinium dapat dilakukan dengan perendaman jangka panjang dalam larutan garam dengan konsentrasi 10 gram per 45 liter air. Atau 1 sendok teh per 4 liter air. 


Perhitungan
Untuk memberikan perlakuan garam yang tepat pertama kali harus diketahui volume air dari akuarium yang akan diberi perlakuan. Sebagai contoh apabila anda mempunyai akuarium dengan ukuran 100 cm x 50 cm x 50 cm tapi diisi air setinggai 40 cm saja, maka volume airnya adalah 100 x 50 x 40 cm3 = 2.000.000 cm3 atau sama dengan 200 liter air atau sama dengan 200 kg.

Apabila dosis garam yang diperlukan adalah 1 % maka garam yang diperlukan adalah 1 % (0.01) x 200 kg = 2 kg . Sedangkan bila dosis garam yang diperlukan adalah 0.1 % maka yang diperlukan adalah 0.1 % (0.001) x 200 kg = 0.2 kg atau kurang lebih 2 ons atau 200 gram.

Perlu diperhatikan bahwa tidak semua ikan air tawar tahan terhadap pemberian garam. Oleh karena itu, sebelum melakukan perlakuan pemberian garam, yakinlah terlebih dahulu bahwa ikan yang dipelihara bukan termasuk ikan yang peka terhadap garam.
| No comments

Thursday, 3 July 2014


Ikan hias merupakan komoditas ekspor. Namun tidak semua jenis ikan hias air tawar dapat diekspor. Ikan hias tidak hanya diminati oleh pasar lokal, tetapi telah memasukii pasar ekspor. Hampir 75% ikan hias dunia berasal dari Indonesia, sehingga dapat dibayangkan betapa banyaknya jenis ikan yang dibudidayakan di negara ini. Tercatat lebih kurang dari 363 jenis ikan hias air tawar yang dikembangbiakan di Indonesia dan diekspor ke negara – negara Eropa. Dari sekian banyak jenis ikan hias air tawar, yang akan dibahas adalah ikan molly (poecilia sphennops).Ikan hias cukup dikenal oleh masyarakat sebagai hiasan aquarium. Molly (Poecilia sp) adalah salah satu jenis varian warna dari ikan molly yang dibedakan dari warna tubuhnya hitam solid. Ikan molly adalah ikan livebearer yang berarti ikan ini berkembang biak dengan cara melahirkan.


Ikan ini menjadi favorit bagi para pehobis ikan hias air tawar karena perawatannya yang mudah. Molly adalah ikan bergerombol yang aktif dan akan sangat baik jika memelihara ikan ini dalam jumlah minimal 6 ekor ikan dalam satu akuarium dengan komposisi 3-4 ekor betina untuk satu ekor jantan. Ikan Molly adalah versi hibrid dari ikan Molly Silver. Ikan Molly dapat dijumpai pula dalam bentuk balon (Balloon Molly)

Ikan Molly sesungguhnya adalah ikan air tawar, tetapi juga sering dijumpai pada perairan payau untuk mencari makan. Biasanya para pehobis menambahkan satu sendok garam laut untuk satu galon air dalam akuarium untuk mengoptimalkan kesehatan ikan ini. Ikan molly akan lebih senang jika akuarium ditambahkan tanaman air dalam jumlah banyak, sebagai tempat bersembunyi bagi anak-anak ikan dan pakan alami dari lumut-lumut yang tumbuh pada dedaunannya.

Di alam liar, ikan molly adalah omnivora dan akan memakan segala jenis makanan ikan yang diberikan dalam akuarium, tetapi makanan utama ikan ini adalah lumut-lumutan sehingga pemberian makanan ikan berbahan dasar daging (protein) akan mengurangi masa hidup dari ikan ini.

JENIS-JENIS MOLLY

Poecilia sphenops a.k.a Black Molly
Silver Molly,
Dalmatian, memiliki pola bintik2 hitam di antara dominasi warna putih
Marble, memiliki corak spt marble (hitam-putih)
Golden Molly
Chocolate, memiliki corak spt taburan cocochips

 

Poecilia velifera, a.k.a Giant Sailfin Molly, memiliki ukuran bisa mencapai 10 cm.

Poecilia latipinna - Sailfin Molly
Poecilia wingei





Varian Balloon Molly

BUDIDAYA MOLLY

CIRI-CIRI INDUK JANTAN DAN BETINA 

1) Induk Jantan 

a. Mempunyai gonopodium (berupa tonjolan dibelakang sirip perut)yang merupakan modifikasi sirip anal yang berupa menjadi sirip yangpanjang.
b. Tubuhnya ramping.
c. Warnanya lebih cerah.
d. Sirip punggung lebih panjang.
e. Kepalanya besar.

2) Induk Betina 

a. Dibelakang sirip perut tidak ada gonopodium, tetapi berupa siriphalus.
b. Tubuhnya gemuk
c. Warnanya kurang cerah.
d. Sirip punggung biasa.
e. Kepalanya agak runcing.




PEMILIHAN INDUKAN

Untuk memilih induk yang baik dapat dilihat dari jantan dan betina. Untuk jantan dapat dilihat dari ciri–ciri: berbadan ramping dengan sirip panjang, penampilan menarik, gerakan lincah dan gesit, serta memiliki alat kelamin yang disebut gonopodium. Sedangkan untuk betina antara lain: badan gemuk, perut buncit, alat kelamin berupa urogenital.
Untuk memilih induk harus diperhatikan warna ikan, yaitu hendaknya memilih warna ikan yang berwarna hitam dan mengkilap. Umur ikan dapat berbeda antara jantan dan betina.  Untuk pemilihan induk sebaiknya tidak kurang dari 6 bulan dengan panjang betina minimal 5 cm, dan jantan 3 cm.
Persiapan pemijahan berupa bak tembok atau plastik dengan ukuran 1x1x0,5 m dan 2x1x0,5 dengan ketinggian air 25- 40 cm, diaerasi lemah. Kemudian air harus steril dan jernih dengan pH 6-7, suhu 24 – 280 C, harus tersedia substrat hidrilla untuk tempat memijah dan menempelkan telur ( suhu 25- 270 C, pH basa).


PEMIJAHAN INDUKAN

Induk dimasukkan ke dalam tempat pemijahan sebanyak 150–250 ekor (induk jantan 1/3 induk betina). ProseS pemijahan ditandai dengan kejar–kejaran yang dilakukan induk jantan terhadap induk betina sambil menyerempetkan badannya. Ini berlangsung selama 4–7 hari. Setelah seminggu, benih tampak berkumpul diantara tanaman air atau berenang di pinggiran bak. Setelah itu dapat dipisahkan dari induknya dan dipindahkan ke kolam pendederan.
Kemampuan ikan molly dalam menghasilkan anak cukup tinggi bila dibandingkan dengan jenis ikan hias air tawar lainnya yaitu 80–125 ekor. Untuk itu perlu dijaga ketahanan produktivitasnya dengan  pemberian pakan yang cukup. Pakan yang diberikan adalah berupa kutu air 3 kali sehari.


PERAWATAN BENIH 

1. Anak-anak ikan yang baru lahir belum membutuhkan makanan, karena masih mengandung kuning telur (yolk egg). Setelah 4-5 hari anakikan baru dapat diberi makanan berupa kutu air yang sudah disaring, ataukuning telur yang telah direbus dan dihancurkan.
2. Setelah mencapai ukuran medium (2-3 cm) dapat diberikan makanan cacing, kemudian setelah mencapai ukuran dewasa (5-7 cm) dapatdiberi makanan cuk.
3. Disamping makanan alami dapat pula diberi makanan tambahan berupa cacing kering, agar-agar dll.
4. Pemberian makanan sebaiknya 2 kali sehari, hendaknya janganberlebihan, karena dapat menyebabkan pembusukan yang dapat meerusak kualitasair.
5. Pergantian air. Air dalam bak atau aquarium jangan sampaikotor/keruh, karena dapat menyebabkan kematian anak ikan. Kotoran dapatdibersihkan setiap 2-3 hari sekali dengan cara disiphon, air yang terbuangpada waktu penyiphonan sebanyak 10-20% dapat diganti dengan air yang baru.
| 2 comments
Ikan pedang/Swordtail/Xiphophorus helleri adalah salah satu ikan hias air tawar terpopuler. Nama Xiphophorus berasal dari bahasa Yunani ξίφος (pedang) dan φόρος (pembawa). Swordtail termasuk dalam golongan Livebearers, yaitu ikan yang berkembang biak melalui pembuahan internal. Tidak seperti kebanyakan ikan yang bertelur, Livebearers melahirkan anak-anak mereka. Bersama ikan Guppy ( Poecilia reticulata), Platy (Xiphophorus maculatus) dan Molly (Poecilia sphenops), Swordtail tergabung dalam keluarga Poecilidae.


Suhu untuk pemeliharaan yang baik sekitar 29-30° C. Sementara pH air optimum sekitar 6,5-7,0 dan kekerasan sekitar 10-12 dH. Ukuran ikan pedang dewasa berkisar antara 10-12 cm. Di dalam akuarium, ikan pedang lebih menyukai berenang di area sekitar permukaan (top level). Perbandingan jumlah ikan pedang jantan dan betina yang ideal adalah 1:3. Ikan pedang jantan terkenal aktif secara seksual. Jika jumlah jantan melebihi rasio ideal, ikan pedang betina akan mudah kelelahan dan stress karena terus menerus diganggu oleh beberapa pejantan.

Swordtail biasanya berwarna merah. Akibat kawin silang dan mutasi, Swordtail yang ada sekarang sangat beragam dalam bentuk tubuh dan warna. Swordtail jantan dapat dikenali dengan mudah lewat bentuk ekor pedang mereka, sirip punggung lebih panjang, dan sirip perut yang lancip. Sementara betina, bentuk ekor dan sirip perut membulat seperti kipas dan lebih gemuk. Swordtail termasuk ikan yang gampang beradaptasi dengan berbagai kondisi air. Swordtail dapat tumbuh hingga 5 inci (13 cm) dan mampu hidup antara 3-5 tahun.

Swordtail adalah omnivore. Makanan mereka bervariasi dari tumbuhan air seperti alga, hingga makhluk air berukuran kecil seperti cacing sutera dan larva nyamuk. Swordtail juga dapat makan pelet yang komersil dijual di pasaran.

Jenis-Jenis Swordtail

Pineapple Swordtail
Kohaku Swordtail
Candy Wag Swordtail
Red Wag Swordtail
Green Swordtail, memiliki warna tubuh kehijauan transparan, biasanya kurang menarik
Gold Swordtail,
Black Swordtail, corak hitam pd tubuh ikan sebenarnya adalah kanker, biasanya peredaran sangat langka dan harga mahal
Velvet Swordtail, memiliki corak seperti karat [keemasan] di tubuh ikan
Red Simpson, memiliki warna merah penuh di seluruh tubuh ikan
Tuxedo, memiliki corak warna hitam yg menutupi lebih dari separuh badan ikan, seperti memakai baju


Budidaya Swordtail

Pemilihan Induk

Pilihlah induk yang berukuran relatif besar, bentuk tubuh yang mengembung serta mempunyai warna yang indah.

Induk jantan mempunyai gonopodium (berupa tonjolan dibelakang sirip perut) yang merupakan modifikasi sirip anal yang berupa menjadi sirip yang panjang. Tubuhnya rampaing, warnanya lebih cerah, sirip punggung lebih panjang dan kepalanya besar.

Induk betina dibelakang sirip perut tidak ada gonopodium, tetapi berupa sirip halus. Tubuhnya gemuk, warnanya kurang cerah, sirip punggung biasa dan kepalanya agak runcing.

Pemijahan

Induk-induk yang telah dipilih dimasukkan dalam satu bak untuk beberapa pasang induk. Namun apabila menghendaki keturunan tertentu dapat pula dilakukan dengan cara memisahkan dalam bak tersendiri sepasangsepasang. Bak-bak pemijahan harus dikontrol setiap hari. Setelah lahir, anak-anak ikan harus cepat-cepat diambil dan dipisahkan dari induknya agar tidak dimakan oleh induknya.




Pemeliharaan Benih

Anak-anak ikan yang baru lahir belum membutuhkan makanan karena masih mengandung kuning telur (yolk egg). Setelah 4 – 5 hari anak ikan baru dapat diberi makanan berupa kutu air yang sudah disaring, atau kuning telur yang telah direbus dan dihancurkan. Setelah mencapai ukuran medium (2 – 3 cm) dapat diberikan makanan cacing, kemudian setelah mencapai ukuran dewasa (5 – 7 cm) dapat diberi makanan cuk dan makanan tambahan berupa cacing kering atau agar-agar.
| No comments

Sunday, 29 June 2014


Ikan live-bearer (livebearing fish) merupakan jenis ikan yang memiliki intensitas perkembang-biakan yang cepat, hal ini karena jenis ikan ini tidak mengeluarkan telur sebagaimana ikan lainnya, tetapi langsung melahirkan anak-anak ikan yang memiliki tubuh sempurna dan sudah dapat berenang sendiri serta mencari makan dalam hitungan jam. Ikan live-bearer adalah ikan yang mudah untuk dipelihara dan diternakkan sebab ikan dari jenis ini dapat melahirkan dalam jumlah puluhan bahkan ratusan anak ikan  tergantung dari usia dan ukuran indukannya. Perlu diketahui bahwa ikan betina dapat menyimpan sel sperma dari ikan jantan didalam tubuhnya sehingga ikan ini akan dapat hamil kembali setelah melahirkan tanpa melalui proses perkawinan kembali.

Jenis ikan live-bearer

1. Guppy ( Poecilia Reticulata )

Merupakan jenis ikan yang sudah umum di indonesia, ukurannya yang kecil dan berwarna-warni serta perawatannya yang mudah menjadikannya populer. Kita dapat dengan mudah membudidayakan ikan guppy karena tidak memerlukan perawatan khusus. Ikan ini memiliki banyak varian warna, dan pecinta ikan hias dapat mengawin-silangkan ikan ini dengan varian warna ikan tertentu dari jenis ikan yang sama untuk mendapatkan anak-anak guppy dengan karakteristik warna yang diinginkan. Ikan guppy diketahui dapat dikawin silangkan dengan ikan molly, tetapi biasanya menghasilkan keturunan yang tidak subur (mandul).


2. Endlers Livebearer / Guppy Endler ( Poecilia Wingei )

Ikan ini merupakan kerabat dekat dari ikan guppy dan dapat dikawin-silangkan, dan keturunan yang dihasilkan adalah fertil (subur). Guppy Endler memiliki ekor yang lebih kecil tetapi memiliki karakteristik dan corak warna yang lebih terang dan kontras dibandingkan dengan ikan guppy biasa. Di Indonesia cukup sulit untuk menjumpai ikan ini dan hanya toko-toko ikan tertentu yang menjualnya.


3. Molly ( Poecilia Sphenops )

Ikan molly memiliki banyak varian warna, yang sering dijumpai di Indonesia adalah warna hitam, putih dan marble. Kita dapat menjumpai ikan ini dengan dua jenis sirip ekor, sirip ekor pendek dan sirip ekor cagak (lyretail). Ikan molly balon juga dapat kita beli dengan mudah, karena memiliki bentuk badan yang pendek dan bulat yang menjadikannya populer di masyarakat pecinta ikan hias. Perlu diperhatikan bahwa ikan molly balon lebih rentan dari berbagai macam penyakit dan memiliki umur hidup yang lebih pendek dari ikan molly biasa. Hal ini disebabkan karena perkawinan sedarah dan kelainan tulang punggung yang membuat ikan ini terlihat lebih pendek dan bulat.


4. Platy ( Xiphophorus maculatus )

Ikan ini memiliki banyak jenis varian warna dan corak. Sama seperti ikan guppy, ikan ini kerap kali ditemukan mati di lantai rumah karena kebiasaannya untuk melompat dari air, jika merasa dalam bahaya atau keadaan wadah tempat tinggalnya kurang nyaman. Harga ikan platy cukup murah di pasaran.





5. Swordtail / Ikan Pedang ( Xiphophorus Helleri )

Ikan pedang memiliki karakteristik seperti ikan platy tetapi memiliki ukuran yang lebih besar, serta memiliki ekor yang memanjang menyerupai pedang





Budidaya

Pemilihan Induk

Pilihlah induk yang berukuran relatif besar, bentuk tubuh yang mengembung serta mempunyai warna yang indah.
Induk jantan mempunyai gonopodium (berupa tonjolan dibelakang sirip perut) yang merupakan modifikasi sirip anal yang menjadi sirip yang panjang. Tubuhnya ramping, warnanya lebih cerah, sirip punggung lebih panjang dan kepalanya besar.
Induk betina di belakang sirip perut tidak ada gonopodium, tetapi berupa sirip halus. Tubuhnya gemuk, warnanya kurang cerah, sirip punggung biasa dan kepalanya agak runcing.

Pemijahan

Induk-induk yang telah dipilih dimasukkan dalam satu bak untuk beberapa pasang induk. Namun apabila menghendaki keturunan tertentu dapat pula dilakukan dengan cara memisahkan dalam bak tersendiri sepasang-sepasang. Bak-bak pemijahan harus dikontrol setiap hari. Setelah lahir, anak-anak ikan harus cepat-cepat diambil dan dipisahkan dari induknya agar tidak dimakan oleh induknya.

Pemeliharaan Benih

Anak-anak ikan yang baru lahir belum membutuhkan makanan karena masih mengandung kuning telur (yolk egg). Setelah 4 – 5 hari anak ikan baru dapat diberi makanan berupa kutu air yang sudah disaring, atau kuning telur yang telah direbus dan dihancurkan. Setelah mencapai ukuran medium (2 – 3 cm) dapat diberikan makanan cacing, kemudian setelah mencapai ukuran dewasa (5 – 7 cm) dapat diberi makanan cuk dan makanan tambahan berupa cacing kering atau agar-agar.
| 1 comment
Satu lagi fauna lokal Indonesia yang cantik & imut dari Kepulauan Maluku: Cobalt blue goby (Stiphodon semoni). Goby ini herbivora & suka mengemut alga. Jadi cocok untuk alternatif algae eater di aquascape.



Stiphodon semoni ini ikan yang pendamai & berenangnya lambat. Selain itu juga suka berenang di dasar tank. So far aman untuk discus saya, karena tidak pernah mengejar-ngejar & menempel di badan discus seperti Otocinclus affinis.

Cobalt blue goby suka di air yang tenang, jadi pastikan ada daerah yang terlindung dari arus deras di aquarium Anda. Selain itu hindari juga ikan agresif, yang bisa menyerang goby ini. 
Cobalt blue goby betina warnanya lebih gelap dibanding yang jantan.




Ukuran maksimum
4 – 5 cm
pH
6.5 – 7.5
Hardness
2 – 12 dH
Suhu
22 – 27 C
Makanan





Algae & mikro organisme. Kalau alga di tank tidak cukup, bisa ditambah dengan sayuran yang sudah dicuci bersih & direbus sampai agak lembek, misalnya bayam, selada atau timun.
| No comments
Sekarang ini udang tidak cuma dikonsumsi untuk jadikan lauk waktu kita makan, tetapi udang telah jadi tren  antara lain pelengkap aquascaping.Keinginan udang hias di luar negeri amatlah besar, perihal ini dikarenakan aquascaping lagi trend. terlebih keinginan udang hias air tawar dari didalam negeri kita. tidak mengherankan apabila volume ekspor udang hias didalam negeri amat tinggi



Udang hias ini banyak di ekspor ke negara jepang, thailand, singapura, jerman, denmark, perancis, swiss serta finlandia, dan skandinavia. keinginan udang hias dapat meraih 13. 000 - 15. 000 ekor/bulan, perihal ini karena trend aquascaping tengah trend. Tak tahu untuk dipelihara di tempat tinggal, kantor, perusahaan, serta restoran-restoran.
Dapat dimaklumi dikarenakan karenanya ada udang hias maka bisa menambah kesan mewah didalam akuarium. trend penggunaan udang hias di mancanegara menular ke hobiis didalam negeri. Walau keinginannya tidak sekencang pasar ekspor, tetapi celah pasar lokal demikian terbuka. nah ini tentunya dapat membawa barokah untuk beberapa peternak didalam negeri untuk dapat memenuhi keinginan pasar lokal ataupun pasar internasional. sangat banyak macam-macam udang hias air tawar yang di tawarkan dipasaran. Tetapi sebelum kita jadi di antara penghobi udang hias air tawar maka butuh sekali kita tahu info serta macam-macamnya dan situasi paling baik didalam pemeliharaannya. dikarenakan kesuksesan beternak udang hias kuncinya yaitu pada suhu serta situasi air sebagai habitat barunya. 

Pada umumnya teknik dan tatacara pemeliharaan udang hias air tawar untuk tiap-tiap species, tidak terlalu jauh berbeda. Secara singkat, kita akan membahas hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan untuk memelihara atau mengembangbiakan udang mungil ini.



Kondisi air

Udang hias air tawar dapat hidup dengan baik pada kondisi air dengan keasaman atau pH 6.8 – 8. Untuk jenis udang yang berasal dari asia, pH yang lebih rendah dapat menyebabkan stres, bahan kematian. Kecuali untuk jenis Macrobrachium shrimp yang berasal dari Peru dan Brasil, akan hidup lebih baik dengan pH yang lebih rendah. Kesadahan air yang dapat diterima berkisar antara 3 – 15 dkh. Suhu air dengan kisaran 14 – 30 °C.

Teman di dalam aquarium

Menggabungkan ikan dengan udang hias air tawar ini akan menjadi hal yang ckup sulit. Beberapa jenis ikan akan memakan udang yang berukuran tubuh lebih kecil, dan bahkan udang yang lebih besar terpaksa lari bersembunyi karena takut diserang. Jika anda benar-benar menginginkannya, maka hal yang paling mungkin adalah menggabungkan udang hias air tawar anda dengan ikan jenis plati (Livebearer – Heterandra formosa), barb (Barbus jae), tetra dan semacamnya. Ikan-ikan yang disebutkan tadi, memiliki ukuran tubuh yang tidak jauh berbeda dengan udang air tawar, dan tidak memiliki sifat pemasang. Untuk udang yang lebih besar seperti jenis Amano (Caridina japonica) dan yang lebih kecil yaitu spesies Macrobrachium (seperti jenis biru asal vietnam), dapat dicampur dengan ikan ekor pedang atau plati ukuran besar. Hindari ikan pemangsa seperti jenis cichlid, cupang, catfish dan sebagainya. Dipastikan umur udang anda hanya sebatas waktu lapar ikan-ikan yang disebut belakangan. Idealnya, tempatkanlah udang-udang hias air tawar anda sendirian tanpa dicampur dengan ikan lainnya di dalam aquarium.

Mencampur beberapa species

Mencampurkan beberapa species udang hias adalam satu aquarium juga tidak dapat sembarangan. Tidak seluruh species dapat digabungkan dengan species lainnya. Sifat dan ukuran tubuh lagi-lagi menjadi faktor yang perlu anda pertimbangkan. Secara umum, menggabungkan udang dengan ukuran yang sama tidak akan menjadi kendala. Species udang berlengan panjang (Macrobrachium spp.), termasuk ke dalam kategori udang yang galak. Ia akan memangsa species yang lebih kacil atau bahkan udang sejenis.

Bagi anda yang ingin memelihara udang hias air tawar untuk tujuan komersial, kemurnian species menjadi hal yang patut dijaga. Kecuali anda memang bermaksud akan menyilangkan dan mendapatkan strain baru. Taksonomi udang hias air tawar belum dapat didefinisikan dengan baik. Udang yang memiliki ciri fisik berbeda, mungkin saja berasal dari species yang sama. Sebagai contoh, udang Red Cherry dengan udang pale blue asal taiwan adalah satu species (masing-masing adalah Neocaridina denticulata sinensis var. red and Neocaridina denticulata sinensis). Jika dicampur maka akan terjadi perkawinan sejenis (interbreeding). Sama halnya dengan udang Bee shrimp dan udang Crystal Red (Neocardina serrata and Neocardina serrata var. crystal red), mereka adalah species yang sama. Dan bukan menutup kemungkinan hal ini terjadi pada beberapa species lainnya.

Aquascaping

Seperti telah dijelaskan di atas, bahwa hal yang paling baik adalah memelihara satu species saja dalam aquarium. Untuk memelihara satu species dengan koloni 10 – 20 udang, tidak membutuhkan aquarum yang luas, tapi cukup dengan aquarium berukuran 2,5 galon. Sedangkan untuk species atau jumlah yang lebih besar, anda membutuhkan aquarium yang lebih luas. Berapapun ukuran aquarium yang akan anda gunakan untuk memelihara udang hias air tawar, hal yang harus anda perhatikan
adalah rancangan awal isi aquarium. Anda akan membutuhkan pasir halus sebagai substrat. Sebaiknya anda tidak menggunakan krikil yang besar. Kayu dan juga batu karang bagus untuk tempat persembunyian dan bermain udang. Anda juga perlu menanam tanaman air di dasar aquarium, terutama java moss (lumut jawa).

Makanan

Jenis makanan yang harus anda berikan kepada udang anda, bergantung pada jenis species yang anda pelihara. Walaupun udang hias air tawar termasuk kedalam jenis hewan pemakan daging dan tumbuhan (omnivora), ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan dalam pemberian pakan. Group udang Caridina/Neocaridina menyukai pakan hijauan (alga, slada beku, daun kubis, spirulina tablet dan sebagainya). Demikian juga untuk kenis Halocaridina Rubra. Udang pearl (macrobrachium Luzifugum) yang gemar bermain di pasir, harus banyak diberi pakan berbahan dasar daging. Bisa dalam bentuk tablet, ataupun makanan dengan bentul serpihan juga bisa diberikan. Species Macrobrachium yang lebih besar dapat diberi pakan dengan udang renik beku, cacing darah beku dan cacing rambut. Mereka juga dapat menangkap dan memangsa ikan yang lebih kecil. Udang Atya pada umumnya adalah udang pembersih, ia memakan partikel yang terkandung dalam air. Makanan jenis flake yang sudah diperkaya dengan artemia, baik diberikan untuknya. Silahkan coba variasi makanan lainnya. Makin banyak variasi makanan yang diberikan, semakin baik untuk udang anda.

Pembiakan

Jika anda mencari udang hias air tawar yang mudah dikembangbiakan, maka kelompok Neocarodina adalah pilihan yang tepat. Macrobrachium luzifugum, udang cokelat (Macrobrachium sp.), udang red-spotted (Macrobrachium sp.) dan udang yellow-banded juga masuk ke dalam kelompok ini. Untuk species lain dari macrobrachium, Atya gabonensis dan Amano (Caridina Japonica), membutuhkan air payau untuk membesarkan larvanya. Hal ini menjadikan mereka lebih sulit berkembang biak dibanding species lainnya.

Jenis-Jenis Shrimp

1. Mandarin Shrimp - Caridina cf. propinqua


Udang hias satu ini memiliki warna oranye transparan yang menarik serta dibarengi bintik-bintik kecil merah. udang ini tetap family dari caridina serta datang dari : sulawesi – indonesia. orange shrimp ini senang pada lingkungan yang bertanaman, terlebih yang berupa rumput ( moss ). dikarenakan kegiatannya tiap-tiap hari dihabiskan melacak makan di antara moss serta di basic akuarium. orange shrimp mengonsumsi nyaris seluruh alga yang tumbuh serta sampah organik yang dihasilkan oleh ikan serta tanaman, lantas type ini pas dipelihara sebagai pembersih akuarium yang bertemakan aquascape. ukuran orange shrimp jantan lebih kecil dari pada betinanya yakni panjang jantan 2, 5 cm tengah betina 3 cm. orange shrimp memiliki warna lebih menyala. udang hias satu ini gampang didalam pemeliharaandan berkembang biaknya, dikarenakan udang hias ini dapat berkembang biak dengan sendirinya didalam satu akuarium. suhu yang dibutuhkan pada 20 - 25 c dengan ph : 6, 5 - 8, 0 serta hardness : 6 – 15.



2. Cardinal Shrimp - Caridina dennerli


Udang hias cardinal shrimp asal sulawesi– Indonesia ini memiliki warna merah gelap dihiasi dengan bintik-bintik putih ( dots ) pada semua tubuhnya dengan ujung ekor berwarna putih. matano cardinal shrimp bukan hanya jenis perenang dikarenakan udang ini lebih suka jalan di antara bebatuan serta di atas pasir pada habitatnya. makanan matano cardinal shrimp yaitu alga yang tumbuh serta sedikit karnivor, maka bisa sesekali diberi makanan berbentuk cacing darah ( beku ). matano cardinal amat pas dipelihara pada akuarium dengan tema aquascape atau biotope. ukuran tubuh pada udang jantan 2 cm namun pada betina pada 2, 5 - 4 cm. matano cardinal shrimp bisa berkembang biak dengan suhu : 27 - 29 c, ph : 7, 5 - 8, 5 serta hardness : 2 – 4 .



3. Red Nose shrimp - Caridina gracilirostris


Udang hias rudolph “red nose” type dari caridina ini cukup popular. udang hias asal india ini memiliki warna yang unik dengan tubuhnya yang transparan dibarengi garis merah menyala memanjang, serta ujung hidung nya yang berupa cula panjang berwarna merah menyala, jadikan udang ini lebih menawan. red nose shrimp lebih suka berenang serta jalan di basic akuarium dari pada berdiam diri. habitat yang disukai yaitu tanaman air, kayu-kayuan, diselingi dengan sebagian batu. makanan udang hias ini yaitu lumut ( memiliki rambut ) serta lumut yang ada pada tanaman air. rudolph “red nose” dapat beradaptasi disetiap situasi air, namun tetap harus mereka sensitif dengan air yang situasi ph yang tinggi atau terkontaminasi amonia yang tinggi. warna pada jantan lebih menyala dibanding betinanya serta memiliki warna nyaris bening. ukuran tubuh betina lebih kecil dari jantannya, namun rata-rata ukurannya nyaris sama yakni 2, 5 cm. udang hias ini bisa berkembangbiak dengan baik dengan suhu : 20 - 25 c, ph : 6, 3 - 8, 2 serta hardness : 5 – 7.



4. Neon Shrimp - Caridina cf. babaulti var. Green


Neon shrimp asal india serta malaysia ini memiliki warna hijau transparan. habitat udang hias ini yaitu pada lingkungan tanaman berupa rumput ( moss ). makanannya nyaris seluruh alga serta lumut yang tumbuh dan sampah organik yang dihasilkan oleh ikan serta tanaman. udang family caridina ini pas sebagai pembersih akuarium terlebih pada akuarium dengan tema aquascape. jantan pada green “neon” shrimp memiliki warna lebih menyala serta berukuran lebih kecil dibanding betinanya. panjang tubuh jantan 3 cm serta betina 4 cm. ekosistem yang disukai yakni dengans suhu : 24 - 28 c, ph : 6, 5 - 7, 5 serta hardness : 8 – 12. udang hias ini gampang pemeliharaannya serta bisa berkembang biak dengan sendirinya didalam satu akuarium.



5. Red cherry shrimp - Neocaridina denticulata sinensis


Red cherry shrimp type dari caridina satu ini memiliki warna merah transparan yang cantik. ekosistem yang disukai yaitu lingkungan dengan tanaman berupa rumput ( moss ) serta situasi air pada suhu : 20 - 25 c, ph : 6, 3 - 8, 2 dan hardness : 5 – 7. makanan red cherry yaitu seluruh alga yang tumbuh maka red cherry pas dipelihara sebagai pembersih akuarium dengan tema aquascape. type caridina ini lebih unggul saat membersihkan alga ( lumut ) dibanding caridina yang lain. red cherry jantan asal taiwan ini mempunyai warna lebih menyala serta berukuran lebih kecil dibanding betinanya. ukuran red cherry jantan 2, 5 cm serta pada betina 3 cm. udang hias ini gampang dipelihara serta bisa berkembang biak dengan sendirinya.



6. Bumble bee shrimp  -Caridina trifasciata


Udang hias dari family caridina ini suka ekosistem denga tanaman air berupa rumput ( moss ). caridina asal jepang ini memiliki warna putih hitam ( black bee ) ada juga yang memiliki warna putih merah berselang seling ( red bee ). bumble bee jantan serta betina memiliki warna yang keduanya sama nyata. bumble bee yaitu type udang hias sangat kecil dari udang-udang sejenisnya. ukuran betina serta jantang cuma 1, 8 cm. bumble bee juga adalah di antara caridina “pembersih”. udang ini suka menjelajah untuk membereskan sisa-sisa dari tanaman, kayu, atau pecahan batu. sama juga dengan caridina yang lain, bumble bee ini juga mengonsumsi alga ( lumut ). bumble bee lebih senang berdiam diri di bongkahan kayu sembari nikmati arus air yang mengalir. situasi air yang disukai yakni dengan suhu : 20 - 25 c, ph : 6, 6 – 6, 8 serta hardness : 5 –

7. Vampire Shrimp – Atya gabonensis




Nama Ilmiah: Atya gabonensis

Nama umum: Udang Filter African Giant, Udang Fan Afrika, Udang Vampire
Keluarga: Atyidae
Order: Decapoda
Kelas: Malacostraca
Ukuran maksimum: jika kondisi yang tepat ada 5-6 inci. Biasanya 4 inci.
Asal: Afrika Barat and Timur Amerika Selatan
Temperamen: Damai

Tankmate: Sebaiknya disatukan dengan ikan kecil seperti tetra atau ikan sedikit lebih besar. Jangan dengan cichlids atau ikan yang sangat agresif. Udang ini tidak akan mengganggu ikan lainnya
Parameter Air: 6,5-7,4 pH, lembut untuk air keras, suhu 74-84 amonia atau nitrit F. ada dalam tangkikarena mereka sangat rentan terhadap keracunan.
Setup Akuarium: Akuarium arus memiliki celah-celah untuk bersembunyi dan cukup luas untuk udang berenang. Dianjurkan 1 udang per 10 galon.
Breeding: Breeding sangat jarang. Kebanyakankebanyakan hasil tangkapan liar.



8. Yamato Shrimp – Caridina japonica


Nama Ilmiah: caridina japonica
Nama umum: Amano Algae Udang Makan, Amano Udang, Udang Yamato, Yamato-numa ebi, dan Jepangudang Marsh
Keluarga: Atyidae
Ordo: Decapoda
Kelas: Malacostraca
Ukuran maksimum: 2 inci / 5 cm
Asal: Yamato wilayah Jepang
Temperamen: Damai

Tankmate: Disatukan dengan ikan-ikan kecil sseperti tetra. Hindari pemeliharaan dengan ikan-ikan agresif.
Parameter Air: pH 6,7-7,7, lembut keras, suhu yang sedikit asam, 68-78 F
Setup Akuarium: Harus dipelihara dalam akuascape (memiliki tumbuhan) dengan kondisi air yang stabil.Udang akan cepat beradaptasi tetapi rentan terhadap amonia dan nitrit.
Breeding: Sangat sulit untuk berkembang biak. Larva harus menetas di air payau.


9. Bamboo Shrimp – Atyopsis moluccensis


Nama Ilmiah: moluccensis Atyopsis
Nama Umum: Singapore Kayu Udang, Udang Bunga, Udang Kayu, Udang Fan Asia, Udang Bambu
Keluarga: Atyidae
Ordo: Decapoda
Kelas: Malacostraca
Ukuran Maksimum: 4-5 inci
Negara Asal: Asia Selatan
Temperamen: damai

Tankmate: Udang ini adalah clawless dan karena itu tidak berbahaya bagi ikan lain. Tidak boleh dipelihara bersama cichlids besar atau ikan yang agresif karena akan dianggap sebagai makanan. Dapat disatukan dengan udang lain yang ukurannya sama.
Parameter Air: pH 6,5-7,4, air lunak, amonia dan nitrit 0 ppm, temperatur 73-82 F..
Setup Akuarium: Akuarium harus memiliki tanaman (aquascape) dan stabil dengan tingkat amonia ataunitrit. Gua atau daerah bersembunyi juga membantu karena ini adalah spesies larges udang. Driftwoodsangat dianjurkan.
Breeding: Sangat sulit untuk berkembang biak. Informasi yang terbatas tersedia atas berkembang biak dipenangkaran. Air payau diperlukan untuk tukik untuk berkembang dan mengembangkan dan kemudian dapat ditransfer ke air tawar setelah benar acclimating.


10. Red Bee Shrimp – Caridina C. cf. cantonensis


Nama Ilmiah: caridina C. cf. cantonensis
Nama Umum: Crystal Red Shrimp, Red Bee Udang, Bee Udang
Keluarga: Atyidae
Ordo: Decapoda
Kelas: Malacostraca
Ukuran Maksimum: 1 inch
Negara Asal: Jepang
Temperamen: damai

Tankmate: udang lain yang seukuran dan ikan bertemperamen baik. Jangan  disimpan dengan spesies caridina atau ikan agresif lainnya.
Paremeter Air: pH 6,5-7,3, lembut keras, amonia air dan nitrit 0 ppm, temperatur 68-78 F. warnaTerbaik disajikan temps rendah.
Setup Aquarium: tanaman berdaun dan lumut adalah adalah tempat terbaik untuk udang ini, sehinggaudang dapat menggantung di daun. Sebuah tangki aquascape sangat dianjurkan sebagai tempat udang ini sehingga air lebih stabil dengan tingkat amonia atau nitrit yang rendah.
Breeding: Mudah berkembang biak di akuarium. Rasio yang ideal adalah sekitar 2 jantan untuk 3 betina.
| No comments
Copyright © 2013. Aquascape Design - All Rights Reserved
Re-Design by ArtBAG, Design n Tech | Published by Aquascape Design