Showing posts with label Udang. Show all posts
Showing posts with label Udang. Show all posts

Sunday, 29 June 2014

Sekarang ini udang tidak cuma dikonsumsi untuk jadikan lauk waktu kita makan, tetapi udang telah jadi tren  antara lain pelengkap aquascaping.Keinginan udang hias di luar negeri amatlah besar, perihal ini dikarenakan aquascaping lagi trend. terlebih keinginan udang hias air tawar dari didalam negeri kita. tidak mengherankan apabila volume ekspor udang hias didalam negeri amat tinggi



Udang hias ini banyak di ekspor ke negara jepang, thailand, singapura, jerman, denmark, perancis, swiss serta finlandia, dan skandinavia. keinginan udang hias dapat meraih 13. 000 - 15. 000 ekor/bulan, perihal ini karena trend aquascaping tengah trend. Tak tahu untuk dipelihara di tempat tinggal, kantor, perusahaan, serta restoran-restoran.
Dapat dimaklumi dikarenakan karenanya ada udang hias maka bisa menambah kesan mewah didalam akuarium. trend penggunaan udang hias di mancanegara menular ke hobiis didalam negeri. Walau keinginannya tidak sekencang pasar ekspor, tetapi celah pasar lokal demikian terbuka. nah ini tentunya dapat membawa barokah untuk beberapa peternak didalam negeri untuk dapat memenuhi keinginan pasar lokal ataupun pasar internasional. sangat banyak macam-macam udang hias air tawar yang di tawarkan dipasaran. Tetapi sebelum kita jadi di antara penghobi udang hias air tawar maka butuh sekali kita tahu info serta macam-macamnya dan situasi paling baik didalam pemeliharaannya. dikarenakan kesuksesan beternak udang hias kuncinya yaitu pada suhu serta situasi air sebagai habitat barunya. 

Pada umumnya teknik dan tatacara pemeliharaan udang hias air tawar untuk tiap-tiap species, tidak terlalu jauh berbeda. Secara singkat, kita akan membahas hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan untuk memelihara atau mengembangbiakan udang mungil ini.



Kondisi air

Udang hias air tawar dapat hidup dengan baik pada kondisi air dengan keasaman atau pH 6.8 – 8. Untuk jenis udang yang berasal dari asia, pH yang lebih rendah dapat menyebabkan stres, bahan kematian. Kecuali untuk jenis Macrobrachium shrimp yang berasal dari Peru dan Brasil, akan hidup lebih baik dengan pH yang lebih rendah. Kesadahan air yang dapat diterima berkisar antara 3 – 15 dkh. Suhu air dengan kisaran 14 – 30 °C.

Teman di dalam aquarium

Menggabungkan ikan dengan udang hias air tawar ini akan menjadi hal yang ckup sulit. Beberapa jenis ikan akan memakan udang yang berukuran tubuh lebih kecil, dan bahkan udang yang lebih besar terpaksa lari bersembunyi karena takut diserang. Jika anda benar-benar menginginkannya, maka hal yang paling mungkin adalah menggabungkan udang hias air tawar anda dengan ikan jenis plati (Livebearer – Heterandra formosa), barb (Barbus jae), tetra dan semacamnya. Ikan-ikan yang disebutkan tadi, memiliki ukuran tubuh yang tidak jauh berbeda dengan udang air tawar, dan tidak memiliki sifat pemasang. Untuk udang yang lebih besar seperti jenis Amano (Caridina japonica) dan yang lebih kecil yaitu spesies Macrobrachium (seperti jenis biru asal vietnam), dapat dicampur dengan ikan ekor pedang atau plati ukuran besar. Hindari ikan pemangsa seperti jenis cichlid, cupang, catfish dan sebagainya. Dipastikan umur udang anda hanya sebatas waktu lapar ikan-ikan yang disebut belakangan. Idealnya, tempatkanlah udang-udang hias air tawar anda sendirian tanpa dicampur dengan ikan lainnya di dalam aquarium.

Mencampur beberapa species

Mencampurkan beberapa species udang hias adalam satu aquarium juga tidak dapat sembarangan. Tidak seluruh species dapat digabungkan dengan species lainnya. Sifat dan ukuran tubuh lagi-lagi menjadi faktor yang perlu anda pertimbangkan. Secara umum, menggabungkan udang dengan ukuran yang sama tidak akan menjadi kendala. Species udang berlengan panjang (Macrobrachium spp.), termasuk ke dalam kategori udang yang galak. Ia akan memangsa species yang lebih kacil atau bahkan udang sejenis.

Bagi anda yang ingin memelihara udang hias air tawar untuk tujuan komersial, kemurnian species menjadi hal yang patut dijaga. Kecuali anda memang bermaksud akan menyilangkan dan mendapatkan strain baru. Taksonomi udang hias air tawar belum dapat didefinisikan dengan baik. Udang yang memiliki ciri fisik berbeda, mungkin saja berasal dari species yang sama. Sebagai contoh, udang Red Cherry dengan udang pale blue asal taiwan adalah satu species (masing-masing adalah Neocaridina denticulata sinensis var. red and Neocaridina denticulata sinensis). Jika dicampur maka akan terjadi perkawinan sejenis (interbreeding). Sama halnya dengan udang Bee shrimp dan udang Crystal Red (Neocardina serrata and Neocardina serrata var. crystal red), mereka adalah species yang sama. Dan bukan menutup kemungkinan hal ini terjadi pada beberapa species lainnya.

Aquascaping

Seperti telah dijelaskan di atas, bahwa hal yang paling baik adalah memelihara satu species saja dalam aquarium. Untuk memelihara satu species dengan koloni 10 – 20 udang, tidak membutuhkan aquarum yang luas, tapi cukup dengan aquarium berukuran 2,5 galon. Sedangkan untuk species atau jumlah yang lebih besar, anda membutuhkan aquarium yang lebih luas. Berapapun ukuran aquarium yang akan anda gunakan untuk memelihara udang hias air tawar, hal yang harus anda perhatikan
adalah rancangan awal isi aquarium. Anda akan membutuhkan pasir halus sebagai substrat. Sebaiknya anda tidak menggunakan krikil yang besar. Kayu dan juga batu karang bagus untuk tempat persembunyian dan bermain udang. Anda juga perlu menanam tanaman air di dasar aquarium, terutama java moss (lumut jawa).

Makanan

Jenis makanan yang harus anda berikan kepada udang anda, bergantung pada jenis species yang anda pelihara. Walaupun udang hias air tawar termasuk kedalam jenis hewan pemakan daging dan tumbuhan (omnivora), ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan dalam pemberian pakan. Group udang Caridina/Neocaridina menyukai pakan hijauan (alga, slada beku, daun kubis, spirulina tablet dan sebagainya). Demikian juga untuk kenis Halocaridina Rubra. Udang pearl (macrobrachium Luzifugum) yang gemar bermain di pasir, harus banyak diberi pakan berbahan dasar daging. Bisa dalam bentuk tablet, ataupun makanan dengan bentul serpihan juga bisa diberikan. Species Macrobrachium yang lebih besar dapat diberi pakan dengan udang renik beku, cacing darah beku dan cacing rambut. Mereka juga dapat menangkap dan memangsa ikan yang lebih kecil. Udang Atya pada umumnya adalah udang pembersih, ia memakan partikel yang terkandung dalam air. Makanan jenis flake yang sudah diperkaya dengan artemia, baik diberikan untuknya. Silahkan coba variasi makanan lainnya. Makin banyak variasi makanan yang diberikan, semakin baik untuk udang anda.

Pembiakan

Jika anda mencari udang hias air tawar yang mudah dikembangbiakan, maka kelompok Neocarodina adalah pilihan yang tepat. Macrobrachium luzifugum, udang cokelat (Macrobrachium sp.), udang red-spotted (Macrobrachium sp.) dan udang yellow-banded juga masuk ke dalam kelompok ini. Untuk species lain dari macrobrachium, Atya gabonensis dan Amano (Caridina Japonica), membutuhkan air payau untuk membesarkan larvanya. Hal ini menjadikan mereka lebih sulit berkembang biak dibanding species lainnya.

Jenis-Jenis Shrimp

1. Mandarin Shrimp - Caridina cf. propinqua


Udang hias satu ini memiliki warna oranye transparan yang menarik serta dibarengi bintik-bintik kecil merah. udang ini tetap family dari caridina serta datang dari : sulawesi – indonesia. orange shrimp ini senang pada lingkungan yang bertanaman, terlebih yang berupa rumput ( moss ). dikarenakan kegiatannya tiap-tiap hari dihabiskan melacak makan di antara moss serta di basic akuarium. orange shrimp mengonsumsi nyaris seluruh alga yang tumbuh serta sampah organik yang dihasilkan oleh ikan serta tanaman, lantas type ini pas dipelihara sebagai pembersih akuarium yang bertemakan aquascape. ukuran orange shrimp jantan lebih kecil dari pada betinanya yakni panjang jantan 2, 5 cm tengah betina 3 cm. orange shrimp memiliki warna lebih menyala. udang hias satu ini gampang didalam pemeliharaandan berkembang biaknya, dikarenakan udang hias ini dapat berkembang biak dengan sendirinya didalam satu akuarium. suhu yang dibutuhkan pada 20 - 25 c dengan ph : 6, 5 - 8, 0 serta hardness : 6 – 15.



2. Cardinal Shrimp - Caridina dennerli


Udang hias cardinal shrimp asal sulawesi– Indonesia ini memiliki warna merah gelap dihiasi dengan bintik-bintik putih ( dots ) pada semua tubuhnya dengan ujung ekor berwarna putih. matano cardinal shrimp bukan hanya jenis perenang dikarenakan udang ini lebih suka jalan di antara bebatuan serta di atas pasir pada habitatnya. makanan matano cardinal shrimp yaitu alga yang tumbuh serta sedikit karnivor, maka bisa sesekali diberi makanan berbentuk cacing darah ( beku ). matano cardinal amat pas dipelihara pada akuarium dengan tema aquascape atau biotope. ukuran tubuh pada udang jantan 2 cm namun pada betina pada 2, 5 - 4 cm. matano cardinal shrimp bisa berkembang biak dengan suhu : 27 - 29 c, ph : 7, 5 - 8, 5 serta hardness : 2 – 4 .



3. Red Nose shrimp - Caridina gracilirostris


Udang hias rudolph “red nose” type dari caridina ini cukup popular. udang hias asal india ini memiliki warna yang unik dengan tubuhnya yang transparan dibarengi garis merah menyala memanjang, serta ujung hidung nya yang berupa cula panjang berwarna merah menyala, jadikan udang ini lebih menawan. red nose shrimp lebih suka berenang serta jalan di basic akuarium dari pada berdiam diri. habitat yang disukai yaitu tanaman air, kayu-kayuan, diselingi dengan sebagian batu. makanan udang hias ini yaitu lumut ( memiliki rambut ) serta lumut yang ada pada tanaman air. rudolph “red nose” dapat beradaptasi disetiap situasi air, namun tetap harus mereka sensitif dengan air yang situasi ph yang tinggi atau terkontaminasi amonia yang tinggi. warna pada jantan lebih menyala dibanding betinanya serta memiliki warna nyaris bening. ukuran tubuh betina lebih kecil dari jantannya, namun rata-rata ukurannya nyaris sama yakni 2, 5 cm. udang hias ini bisa berkembangbiak dengan baik dengan suhu : 20 - 25 c, ph : 6, 3 - 8, 2 serta hardness : 5 – 7.



4. Neon Shrimp - Caridina cf. babaulti var. Green


Neon shrimp asal india serta malaysia ini memiliki warna hijau transparan. habitat udang hias ini yaitu pada lingkungan tanaman berupa rumput ( moss ). makanannya nyaris seluruh alga serta lumut yang tumbuh dan sampah organik yang dihasilkan oleh ikan serta tanaman. udang family caridina ini pas sebagai pembersih akuarium terlebih pada akuarium dengan tema aquascape. jantan pada green “neon” shrimp memiliki warna lebih menyala serta berukuran lebih kecil dibanding betinanya. panjang tubuh jantan 3 cm serta betina 4 cm. ekosistem yang disukai yakni dengans suhu : 24 - 28 c, ph : 6, 5 - 7, 5 serta hardness : 8 – 12. udang hias ini gampang pemeliharaannya serta bisa berkembang biak dengan sendirinya didalam satu akuarium.



5. Red cherry shrimp - Neocaridina denticulata sinensis


Red cherry shrimp type dari caridina satu ini memiliki warna merah transparan yang cantik. ekosistem yang disukai yaitu lingkungan dengan tanaman berupa rumput ( moss ) serta situasi air pada suhu : 20 - 25 c, ph : 6, 3 - 8, 2 dan hardness : 5 – 7. makanan red cherry yaitu seluruh alga yang tumbuh maka red cherry pas dipelihara sebagai pembersih akuarium dengan tema aquascape. type caridina ini lebih unggul saat membersihkan alga ( lumut ) dibanding caridina yang lain. red cherry jantan asal taiwan ini mempunyai warna lebih menyala serta berukuran lebih kecil dibanding betinanya. ukuran red cherry jantan 2, 5 cm serta pada betina 3 cm. udang hias ini gampang dipelihara serta bisa berkembang biak dengan sendirinya.



6. Bumble bee shrimp  -Caridina trifasciata


Udang hias dari family caridina ini suka ekosistem denga tanaman air berupa rumput ( moss ). caridina asal jepang ini memiliki warna putih hitam ( black bee ) ada juga yang memiliki warna putih merah berselang seling ( red bee ). bumble bee jantan serta betina memiliki warna yang keduanya sama nyata. bumble bee yaitu type udang hias sangat kecil dari udang-udang sejenisnya. ukuran betina serta jantang cuma 1, 8 cm. bumble bee juga adalah di antara caridina “pembersih”. udang ini suka menjelajah untuk membereskan sisa-sisa dari tanaman, kayu, atau pecahan batu. sama juga dengan caridina yang lain, bumble bee ini juga mengonsumsi alga ( lumut ). bumble bee lebih senang berdiam diri di bongkahan kayu sembari nikmati arus air yang mengalir. situasi air yang disukai yakni dengan suhu : 20 - 25 c, ph : 6, 6 – 6, 8 serta hardness : 5 –

7. Vampire Shrimp – Atya gabonensis




Nama Ilmiah: Atya gabonensis

Nama umum: Udang Filter African Giant, Udang Fan Afrika, Udang Vampire
Keluarga: Atyidae
Order: Decapoda
Kelas: Malacostraca
Ukuran maksimum: jika kondisi yang tepat ada 5-6 inci. Biasanya 4 inci.
Asal: Afrika Barat and Timur Amerika Selatan
Temperamen: Damai

Tankmate: Sebaiknya disatukan dengan ikan kecil seperti tetra atau ikan sedikit lebih besar. Jangan dengan cichlids atau ikan yang sangat agresif. Udang ini tidak akan mengganggu ikan lainnya
Parameter Air: 6,5-7,4 pH, lembut untuk air keras, suhu 74-84 amonia atau nitrit F. ada dalam tangkikarena mereka sangat rentan terhadap keracunan.
Setup Akuarium: Akuarium arus memiliki celah-celah untuk bersembunyi dan cukup luas untuk udang berenang. Dianjurkan 1 udang per 10 galon.
Breeding: Breeding sangat jarang. Kebanyakankebanyakan hasil tangkapan liar.



8. Yamato Shrimp – Caridina japonica


Nama Ilmiah: caridina japonica
Nama umum: Amano Algae Udang Makan, Amano Udang, Udang Yamato, Yamato-numa ebi, dan Jepangudang Marsh
Keluarga: Atyidae
Ordo: Decapoda
Kelas: Malacostraca
Ukuran maksimum: 2 inci / 5 cm
Asal: Yamato wilayah Jepang
Temperamen: Damai

Tankmate: Disatukan dengan ikan-ikan kecil sseperti tetra. Hindari pemeliharaan dengan ikan-ikan agresif.
Parameter Air: pH 6,7-7,7, lembut keras, suhu yang sedikit asam, 68-78 F
Setup Akuarium: Harus dipelihara dalam akuascape (memiliki tumbuhan) dengan kondisi air yang stabil.Udang akan cepat beradaptasi tetapi rentan terhadap amonia dan nitrit.
Breeding: Sangat sulit untuk berkembang biak. Larva harus menetas di air payau.


9. Bamboo Shrimp – Atyopsis moluccensis


Nama Ilmiah: moluccensis Atyopsis
Nama Umum: Singapore Kayu Udang, Udang Bunga, Udang Kayu, Udang Fan Asia, Udang Bambu
Keluarga: Atyidae
Ordo: Decapoda
Kelas: Malacostraca
Ukuran Maksimum: 4-5 inci
Negara Asal: Asia Selatan
Temperamen: damai

Tankmate: Udang ini adalah clawless dan karena itu tidak berbahaya bagi ikan lain. Tidak boleh dipelihara bersama cichlids besar atau ikan yang agresif karena akan dianggap sebagai makanan. Dapat disatukan dengan udang lain yang ukurannya sama.
Parameter Air: pH 6,5-7,4, air lunak, amonia dan nitrit 0 ppm, temperatur 73-82 F..
Setup Akuarium: Akuarium harus memiliki tanaman (aquascape) dan stabil dengan tingkat amonia ataunitrit. Gua atau daerah bersembunyi juga membantu karena ini adalah spesies larges udang. Driftwoodsangat dianjurkan.
Breeding: Sangat sulit untuk berkembang biak. Informasi yang terbatas tersedia atas berkembang biak dipenangkaran. Air payau diperlukan untuk tukik untuk berkembang dan mengembangkan dan kemudian dapat ditransfer ke air tawar setelah benar acclimating.


10. Red Bee Shrimp – Caridina C. cf. cantonensis


Nama Ilmiah: caridina C. cf. cantonensis
Nama Umum: Crystal Red Shrimp, Red Bee Udang, Bee Udang
Keluarga: Atyidae
Ordo: Decapoda
Kelas: Malacostraca
Ukuran Maksimum: 1 inch
Negara Asal: Jepang
Temperamen: damai

Tankmate: udang lain yang seukuran dan ikan bertemperamen baik. Jangan  disimpan dengan spesies caridina atau ikan agresif lainnya.
Paremeter Air: pH 6,5-7,3, lembut keras, amonia air dan nitrit 0 ppm, temperatur 68-78 F. warnaTerbaik disajikan temps rendah.
Setup Aquarium: tanaman berdaun dan lumut adalah adalah tempat terbaik untuk udang ini, sehinggaudang dapat menggantung di daun. Sebuah tangki aquascape sangat dianjurkan sebagai tempat udang ini sehingga air lebih stabil dengan tingkat amonia atau nitrit yang rendah.
Breeding: Mudah berkembang biak di akuarium. Rasio yang ideal adalah sekitar 2 jantan untuk 3 betina.
| No comments

Sunday, 22 June 2014

Fauna pemakan lumut merupakan tambahan yang bagus untuk akuarium aquascape, tetapi penting untuk memandang mereka dengan status yang sama yang Anda berikan kepada semua hewan peliharaan lainnya, pastikan bahwa Anda memilih spesies yang sesuai untuk akuarium anda, dan Anda menyediakan apa yang mereka butuhkan untuk hidup dengan baik dalam jangka panjang.

Lumut yang muncul di aquarium dapat merusak keindahan aquascape

Kenapa hal ini penting, karena bila algae sudah habis, maka fauna pemakan algae dapat kelaparan dan kemudian
mati. Pengecualian kasus di mana Anda memiliki beberapa aquarium dimana pada saat satu aquarium terserang algae, anda dapat memasukan pasukan pemakan algae kesana dan kemudian memindahkan nya ke tank yang lain untuk diberi makan jika algae telah habis.

Cara yang paling efektif menggunakan pemakan algae adalah dengan mengkombinasikan berbagai jenis pemakan alga. Karena tidak semua fauna pemakan algae memakan semua jenis algae. Kombinasi dari siput, udang dan ikan adalah kombinasi yang sempurna untuk memerangi algae.


Siamese Algae Eater
Caridina multidentata (Udang Amano)

American Flag-fish

Black Molly

Ancistrus – Bristlenose pleco

Horned Nerite Snail (Keong Tanduk)

Malaysian Trumpet snail – Keong Terompet Malaysia

Otocinclus sp.

Pleco – Suckermouth catfish

Ramshorn snail (Keong Terompet)

Whiptail catfish

Neritina sp. zebra snail (keong turbo)
| No comments

Sunday, 15 June 2014

Ninja Shrimp


Penampilan:
Udang ini dapat tampil dengan warna yang berbeda. Di satu sisi mungkin tampak gelap atau terang akibat dari ketebalan garis yang berbeda. Warna umum dari ninja shrimp adalah perunggu sampai merah ke biru.

Asal:
Indonesia.

Ukuran:
Jantan sampai dengan 2,5 cm, betina hingga 3 cm, tergantung pada kondisi yang mereka aquarium yang ada.

Lingkungan:
Temp. Air sekitar 21-26 derajat, lembut pH air keras dalam pH 6,8-7,5, udang-sensitif senyawa tembaga dan nitrogen dalam akuarium.

Makanan:
Ninja shrimp memakan alga yang tumbuh di dalam aquarium, boleh juga diberikan pakan udang yang ada dipasaran sebagai alternatif makanan.

Reproduksi:
Ninja shrimp adalah salah satu contoh dari metamorfosis yang sempurna, dimulai dari betina telur yang kemudian menetas menjadi larva. Di alam, larva mengalir sepanjang sungai sampai ke laut di mana mereka melewati sebuah transformasi lebih lanjut. Dalam perkembangbiakannya diperlukan salinitas air yang cukup.

Informasi Lain:
Ninja shrimp adalah salah satu jenis udang yang jarang ada di pasaran, seperti sebagian besar udang hias yang lain, ninja shrimp menyukai tinggal dalam kawanan berjumlah banyak dan area yang luas. Oleh karena itu udang ini memerlukan aquarium di atas 20 liter.

Ninja shrimp adalah salah satu jenis udang hias yang sangat pemalu, dia dapat menyembunyikan seharian di balik tanaman yang hanya datang untuk makan.

source: aquajaya.com
| No comments

Thursday, 12 June 2014

BUDIDAYA UDANG RED CHERRY

Udang red cherry: Si bungkuk yang cantik

Oleh Fahriyadi, Revi Yohana


Udang red cherry: Si bungkuk yang cantik (1)

Selain udang konsumsi, budidaya udang hias air tawar atawa dwarf freshwater shrimp juga tak kalah menjanjikan. Dari sekian banyak varian udang hias air tawar, salah satu yang paling banyak menjadi buruan adalah red cherry atau dikenal dengan nama red cherry shrimp (RCS).

Sesuai dengan namanya, udang ini memiliki warna dasar merah dengan garis-garis putih berkilat di bagian punggungnya. Bentuk tubuh udang ini mungil dengan ukuran 1,5 centimeter (cm). Selain indah, udang ini bisa menjaga kebersihan akuarium.

Lantaran permintaannya lumayan tinggi, kini banyak orang mulai membudidayakan udang red cherry. Salah satunya ialah Setiawan Budi, pemilik CV Fajar Alam Jaya Aquatic & Plants di Kota Bandung, Jawa Barat.

Ia mulai membudidayakan red cherry sejak tahun 2003. Tapi, menurut Budi, udang ini baru mulai booming dalam setahun terakhir. "Udang red cherry selalu dicari para pehobi ikan hias dan pasarnya terus meningkat dari tahun ke tahun," katanya.

Dalam sebulan, Budi bisa menjual hingga 60.000 ekor red cherry.Pelanggannya mulai dari toko ikan hias hingga para eksportir yang kerap melempar udang ini ke pasar mancanegara. "Kebanyakan peminatnya dari lokal, yakni dari Bogor, Jakarta, dan wilayah lain di Indonesia," jelasnya.

Dengan harga jual sebesar Rp 500 per ekor, Budi mampu meraup omzet hingga Rp 30 juta setiap bulan. Udang red cherry yang ia lego rata-rata berusia satu hingga dua bulan.

Budi bilang, harga red cherry bisa melonjak tinggi jika pembudidaya mampu mengeluarkan warna yang menawan. "Harganya bisa mencapai Rp 2.000 - Rp 3.000 per ekor," ujar dia.

Tingginya permintaan red cherry, Budi mengatakan, masih akan berlanjut dalam beberapa tahun ke depan. Pasalnya, pehobi tanaman aquascape semakin bertambah dan mereka umumnya membutuhkan udang ini sebagai pembersih. "Permasalahan utama dalam aquascape adalah cepat dihinggapi lumut, dan lumut inilah yang dimakan oleh red cherry," tutur Budi.

Selain permintaannnya tinggi, budidaya udang ini juga relatif mudah. Budidaya bisa dilakukan di kolam maupun akuarium.

Pembudidaya lainnya adalah Zulfikri asal Sidoarjo, Jawa Timur. Ia mengakui, budidaya udang red cherry sekarang cukup menjanjikan. Zulfikri telah menjadi pembudidaya udang hias termasuk jenis red cherry sejak tahun 2008.

Dalam sebulan, Zulfikri memasarkan minimal 2.000 ekor anakan udang red cherry. Harga jual per ekor Rp 1.000. Selain anakan, ia juga menjual indukan red cherry dengan harga Rp 5.000 per ekor.

Saban bulan, Zulfikri bisa menlego sebanyak 50 pasang indukan red cherry. Pelanggan Zulfikri kebanyakan berasal dari kawasan Jawa Timur, seperti di Kota Surabaya dan Sidoarjo.
| No comments

BUDIDAYA UDANG RED CHERRY

Udang red cherry: Asupan protein harus tinggi

Oleh Fahriyadi, Revi Yohana

Udang red cherry: Asupan protein harus tinggi (2)

Membudidayakan udang hias jenis red cherry tidak terlalu sulit. Udang hias ini bisa dikembangbiakkan di dalam kolam maupun di dalam akuarium dengan hasil yang sama baiknya. 

Dalam usia tiga bulan, udang ini sudah tumbuh maksimal. Pesona udang ini ada pada warna kulitnya yang memikat.

Setiawan Budi, pemilik CV Fajar Alam Jaya Aquatic & Plants di Bandung, Jawa Barat mengatakan, tantangan utama budidaya udang ini terletak pada kemampuan untuk mengeluarkan kemilau warna udang yang sesungguhnya.

"Warna udang yang sesungguhnya akan keluar jika pembudidaya paham merawatnya," kata Budi.

Menurutnya, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan supaya warna red cherry bisa semakin menarik. Diantaranya dengan memberikan cahaya matahari secukupnya, terutama pada pagi hari.

Usahakan suhu udaranya dijaga antara 21 hingga 23 derajat celcius.Selain itu, pembudidaya juga harus melakukan karantina dengan cara tidak mencampurnya dengan ikan hias lain, terutama ketika udang masih berukuran 1 centimater (cm). "Udang tersebut sangat rawan dimangsa ikan hias lain," ucapnya.

Ketika usianya lewat tiga bulan, red cherry memasuki masa ganti kulit. Dan itu merupakan masa yang paling rawan. "Masa peralihan dari kulit lama ke kulit baru membuat udang red cherry memiliki daya tahan yang lebih lemah terhadap virus penyakit dan saat itulah pembudidaya diharapkan lebih peka," jelas lelaki 45 tahun ini.

Saat itu, pembudidaya harus waspada terhadap serangan jamur. Untuk pakannya sendiri bisa diberikan cacing beku ataupun pelet ikan.

Penggunaan pelet ikan ini bisa menambah warna udang terlihat lebih segar. Namun bila tak mau repot memberi pakan, maka cukup dengan menaruhnya diantara tanaman aquascape.

Menurutnya tanaman aquascape yang ditumbuhi lumut menjadi makanan dari udang tersebut.

Pembudidaya lainnya, Zulfikri menambahkan, agar warana kulit udang semakin cantik perlu diberikan pakan dengan protein tinggi. Selain cacing, pembudidaya juga bisa memberikan makanan berupa adaging kerang.

Namun, pemberian pakannya jangan berlebihan. Udang ini cukup diberi makan satu kali dalam sehari. Pakan yang berlebihan dan tidak habis dimakan dalam satu hari akan mengakibatkan kualitas air menurun.

Kotoran sisa makanan yang terlalu banyak juga bisa menjadi racun bagi udang. "Kualitas air yang buruk bisa membuat udang rentan terkena penyakit," ujarnya.

Sementara airnya sendiri tidak boleh terlalu sering dikuras. Tapi, cukup dibersihkan lima bulan sekali. 
| No comments
Copyright © 2013. Aquascape Design - All Rights Reserved
Re-Design by ArtBAG, Design n Tech | Published by Aquascape Design