Showing posts with label Substrate. Show all posts
Showing posts with label Substrate. Show all posts

Sunday, 29 June 2014

Di alam bebas, ikan tak mengalami keracunan oleh kotoran ataupun sisa metabolisme tubuh mereka sendiri. Beda halnya dengan sistem tertutup di akuarium, hobiis harus memperhatikan dengan seksama supaya hasil buangan hewan akuatik tak jadi bahan berbahaya.

Bakteri, kendati tak kasat mata, namun punya peranan penting menjaga kualitas akuarium hingga bisa menciptakan lingkungan hidup di alam bebas. Mereka secara alami ada di mana-mana, namun koloni bakteri menguntungkan di akuarium jumlahnya bisa tak mencukupi untuk melakukan tugas mengurai sisa metabolisme mahluk hidup yang hobiis pelihara.

Sindrom akuarium baru (new tank syndrome), merupakan salah satu kejadian umum yang menandai kurangnya kehadiran bakteri menguntungkan tersebut. Mahluk bersel tunggal perlu waktu untuk berkembangbiak, sebelum mencapai tahap setimbang terhadap jumlah makanannya.



Nitrosomonas
Sisa makanan, kotoran, jasad renik, maupun hasil metabolisme hewan akan menaikkan kandungan amonia di dalam air. Amonia ini kemudian diubah oleh jenis bakteri nitrifikasi -- yang mengubah amonia menjadi nitrit, kemudian nitrat.


Bakteri Nitrifikasi

Nitrosomonas, salah satu jenis bakteri nitrifikasi yang mengubah amonium menjadi nitrit, tak menyukai cahaya. Dalam jumlah berlebihan mereka akan menggumpal untuk memblokir berkas sinar, sehingga akan membuat air terlihat keruh.

Nitrospira, adalah bakteri akuarium yang kemudian menguraikan nitrit, menjadi nitrat. Mereka perlu waktu relatif lama untuk berkembang biak, karena di samping tidak bisa membelah diri secara cepat, nitrospira harus menunggu hasil "kerja" bakteri lain (misalnya nitrosomonas) untuk menyediakan nitrit, "makanan" mereka.

Filter dan ornamen akuarium,
tempat bakteri berkembang biak
(Sumber: Wikipedia)
Di darat, amonia bermanfaat sebagai pupuk tanaman, namun bagi hewan akuatik zat ini sangat beracun, bahkan dalam jumlah sangat kecil sekalipun. Nitrit dan nitrat tak mudah diserap tanaman, apalagi oleh tumbuhan yang baru saja ditempatkan di akuarium.

Itulah sebabnya, secara berkala air di dalam akuarium harus diganti secara berkala, karena akumulasi nitrat akhirnya juga akan menjadi racun bagi flora dan fauna akuatik di dalamnya. Hobiis juga sering menempatkan ornamen, filter, maupun kerikil substrat (materi dasar akuarium), yang tidak boleh dibersihkan secara berlebihan untuk mencegah punahnya bakteri nitrifikasi.

Kotoran padat -- seperti batang tumbuhan yang mati -- tetap harus dibersihkan, karena zat glukosa yang ada di dalamnya bisa mengundang tumbuhnya bakteri berbahaya (patogen). Bakteri Aeromonas hydrophila, misalnya, dapat memanfaatkan sisa gula, kemudian masuk ke organ tubuh hewan dan memakan sel darah merah mereka.






Menunggu Koloni Bakteri

Tangki akuarium yang sudah matang, tandanya sudah memiliki cukup banyak bakteri nitrit dan nitrat sehingga mampu menyerap semua amonia yang dihasilkan oleh mahluk hidup di dalamnya. Biasanya, orang memperhitungkan tahap tersebut baru tercapai bahkan hingga dua bulan  bulan (delapan minggu) setelah pertama kali akuarium dipasang.

Proses menunggu tumbuhnya koloni bakteri secara seimbang ini disebut sebagai tank cycling. Biasanya dilakukan dengan membiarkan akuarium terisi tanpa hewan, dengan tetap menjalankan pompa air dan udara untuk menyuplai cukup oksigen bagi bakteri agar bisa tumbuh berkembang.

Seorang hobiis yang serius akan menggunakan ammonium/nitrate tester untuk menentukan seberapa sering dan berapa banyak air akuarium harus diganti. Sebagai referensi umum, Tony Griffitts dari media aquaworldaquarium.com sudah memberikan "kalkulator" gratis yang bisa dipergunakan untuk keperluan menghitung pergantian air hingga tangki menjadi matang [unduh di sini, xls, 55 KB].

Hewan yang tinggal di air mengandung terlalu banyak amonia, nitrat, maupun nitrit, meskipun tetap mampu bertahan hidup, sebetulnya mereka mengalami stres yang menyedihkan. Seperti bila kita menghirup udara kotor, hewan-hewan ini akan berupaya dengan susah payah mencari tempat lebih nyaman hingga ke dekat permukaan air/gelembung udara atau bernafas lebih cepat, demi mencoba bisa merasa lebih lega.

Seorang hobiis yang bertanggungjawab, tentu tak ingin menyiksa apalagi membunuh hewan dan tumbuhan peliharaan mereka, bukan?



Bacteria Starter

Berkat bioteknologi, jumlah ideal koloni bakteria di dalam akuarium baru dapat lebih cepat tercapai, lewat produk bacteria starter.

Bacteria starter biasanya mengandung beberapa bibit bakteri yang sudah didormansikan. Dikemas dengan bahan penyerap air, seperti tanah liat Montmorillonite, bakteri dapat "tidur" sebelum menjadi aktif segera setelah memasuki habitat idealnya (seperti akuarium).

Fungsi Bacteria starter adalah:

  • Menekan pertumbuhan organisme patogen, yang menyebabkan penyakit dan kematian pada ikan dan udang
  • Mengurai kotoran dan sisa pakan
  • Mengurai racun Amonia (NH3) dan Hidrogen Sulfida (H2S)
  • Membantu penyerapan nutrisi dalam sistem pencernaan
  • Mengurangi limbah organik dalam kolam atau tambak
  • Meningkatkan kecerahan air kolam atau tambak
  • Mengurangi kebutuhan akan pergantian air kolam atau tambak
  • Menstabilkan tingkat kandungan oksigen terlarut dalam air
  • Mengurangi tingkat BOD dan COD
  • Mengurangi bau tanah/lumpur pada daging ikan/udang
  • Menghilangkan lapisan minyak di permukaan air
  • Mengurangi kadar Amonia (NH3) dan Hidrogen Sulfida (H2S) dalam air
  • Menekan pertumbuhan dan penyebaran organisme patogenMeningkatkan imunitas terhadap penyakit disebabkan oleh jamur, virus, bakteri maupun kutu,spt: white spot, aeromonas, dll.
  • Mengurangi tingkat kematian.


Donor Bakteri

Cara lain untuk mendapatkan bakteri adalah dengan menggunakan air dari akuarium yang sudah matang. Dengan demikian, bakteri dari akuarium lama yang sudah terbukti mampu menguraikan amonia secara sempurna, diharapkan akan berpindah dan berkembang biak dengan lebih cepat di tempat baru. Pemelihara akuarium profesional pun menggunakan cara donor semacam ini.
| 1 comment

Tuesday, 24 June 2014



Urutan pupuk dasar untuk aquascape, dari bawah ke atas :


  1. Pasir Silica kasar, ukuran 3-4mm.
  2. Gromax, Ceramic Ring, Crystal Bio.
  3. Pupuk dasar (JBL / SERA) di Mix dengan silica kasar ukuran 3-4mm.
  4. Zeolite.
  5. Pasir silica halus, ukuran 1-3mm.


Fungsinya masing-masing :

  1. Sebagai dasar aquascape untuk pertumbuhan akar tanaman tancap (Stem Plant).
  2. Sebagai tempat tumbuh kembang bakteri untuk menciptakan keseimbangan aquascape.
  3. Sebagai pemberi nutrisi tanaman pada aquascape.
  4. Untuk menahan amonia spike, atau pun membuat pupuk dasar menjadi lebih slow-release.
  5. Sebagai media tancap, ukuran butiran pasirnya lebih kecil sehingga lebih mudah untuk ditanam.
| No comments

Setiap tanaman mempunyai kebutuhan pupuk / unsur hara untuk pertumbuhan dan perkembangannya dengan jumlah kebutuhan yang berbeda – beda berdasarkan jenis tanaman dan kondisi lingkungannya. Secara umum pupuk dibagi ke dalam 2 kelompok, yaitu pupuk makro dan pupuk mikro, yang bisa diperjelas seperti berikut :
Pupuk makro
Unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang relatif besar. Beberapa unsur hara ini diantaranya : Nitrogen (N), Phospat (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Belerang (S).
Pupuk mikro Unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang relatif kecil. Unsur hara ini diantaranya : Besi (Fe), Mangan (Mn), Boron (B), Molibdenum (Mo),  Tembaga/cuprum (Cu), Seng (Zn), Cobalt (Co), Natrium (Na), Silikon (Si), Nikel (Ni), dan Klor (Cl)
Fungsi masing – masing unsur hara :
Nitrogen ( N )
- Merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan
- Berfungsi untuk sintesa klorofil, asam amino dan protein dalam tanaman
- Merangsang pertumbuhan vegetatif  seperti batang dan daun
Gejala defisiensi / kekurangan unsur N  :
- Pertumbuhan lambat / kerdil, daun hijau kekuningan, daun sempit, pendek dan tegak, daun-daun tua cepat menguning dan mati



Phospat ( P )
- Berperan terhadap pengangkutan energi hasil metabolisme dalam tanaman
- Merangsang pembungaan dan pembuahan
- Merangsang pertumbuhan akar
- Merangsang pembentukan biji
- Merangsang pembelahan sel tanaman dan memperbesar jaringan sel
Gejala defisiensi / kekurangan unsur P :
Pembentukan buah dan biji berkurang, kerdil, daun berwarna keunguan atau kemerahan ( kurang sehat )
Kalium ( K )
- Berfungsi dalam proses fotosintesa, pengangkutan hasil asimilasi, enzim dan mineral termasuk air.
- Meningkatkan daya tahan/kekebalan tanaman terhadap penyakit
Gejala defisiensi / kekurangan unsur K :
Batang dan daun menjadi lemas/rebah, daun berwarna hijau gelap kebiruan tidak hijau segar dan sehat, ujung daun menguning dan kering, timbul bercak coklat pada pucuk daun.
Magnesium (Mg)
- Berperan dalam transportasi enzim
- Komponen inti pembentukan klorofil dan enzim
- Berperan dalam sintesis protein
Gejala defisiensi Mg :
Terbentuk sel-sel berukuran besar tetapi encer. Jaringan menjadi lemah dan jarak antar ruas panjang. Ciri-ciri persis seperti gejala etiolasi-kekurangan cahaya pada tanaman. Muncul bercak-bercak kuning di permukaan daun tua. Hal ini terjadi karena Mg diangkut ke daun muda.
Kalsium (Ca)- Berperan dalam pertumbuhan sel
- Menguatkan , dan mengatur daya tembus , serta merawat dinding sel
- Berperan sangat penting pada titik tumbuh akar
- Berperan dalam proses pembelahan dan perpanjangan sel, dan mengatur distribusi hasil fotosintesis.
Gejala kekurangan kalsium :
Terjadi perubahan bentuk daun, mengeriting, kecil, dan akhirnya rontok. Kalsium menyebabkan tanaman tinggi tetapi tidak kekar.  pembentukan dan pertumbuhan akar terganggu, dan berakibat penyerapan hara terhambat. Karena berefek langsung pada titik tumbuh maka kekurangan unsur ini menyebabkan produksi bunga terhambat. Bunga gugur juga efek kekurangan kalsium.
Belerang (S)- Berperan dalam  pembentukan asama amino sistin, sistein dan metionin.
- Belerang juga berfungsi sebagai aktivator, kofaktor atau regulator enzim dan berperan dalam proses fisiologi tanaman
Gejala defisiensi S :
- Menyebabkan terjadinya klorosis seperti tanaman kekurangan nitrogen
- Menekan pertumbuhan tunas dari pada pertumbuhan akar
- Pada daun muda  warna daun  menguning  ( Penurunan kandungan klorofil secara drastis pada daun merupakan gejala khas pada tanaman yang mengalami kahat S )
- Terhambatnya sintesis protein yang berkorelasi dengan akumulasi N dan nitrat organik terlarut
Ferrit / besi (Fe)
-  Berperan dalam pembentukan klorofil,
- Berperan pada proses-proses fisiologis tanaman seperti proses pernapasan
- Sebagai aktifator dalam proses biokimia didalam tanaman, dan pembentuk beberapa enzim
Gejala kekurangan Fe :
- Gejala klorosis dan daun menguning atau nekrosa
- Daun muda tampak putih karena kurang klorofil
- Terjadi karena kerusakan akar
Tembaga / Cupprum (Cu)
- Berperan sebagai aktfiator enzim dalam proses penyimpanan cadangan makanan,
- Katalisator dalam proses pernapasan dan perombakan karbohidrat, – Salah satu elemen dalam proses pembentukan vitamin A dan secara tidak langsung berperan dalam pembentukan klorofil
Gejala kekurangan Cu :
- Daun berwarna hijau kebiruan ,
- Tunas daun menguncup dan tumbuh kecil
- Pertumbuhan bunga terhambat.
Seng / zink (Zn) :
- Sebagai katalisator dalam pembentukan protein
- Mengatur pembentukan asam yang berfungsi sebagai zat pengatur tumbuh tanaman
Gejala kekurangan Zn :
Dapat menyebabkan klorosis, ruas pada bagian pucuk lebih pendek, pembentukan bakal buah terhambat atau tanaman tidak dapat sama sekali berbuah, pembentukan warna kuning diantara tulang daun.kemudian diikuti kematian pada jaringan daun, ukuran menjadi lebih kecil, sempit dan menebal.
Molibdenum (Mo)
- Berperan sebagai pengikat nitrogen yang bebas diudara untuk pembentukan protein
- Menjadi komponen pembentuk enzim pada bakteri bintil akar tanaman.
Gejala kekurangan unsur Mo :
Daun berubah warna keriput dan melengkung seperti mangkok, muncul bintil-bintil kuning disetiap lembaran daun dan akhirnya mati sehingga pertumbuhan tanaman terhenti
Klorida (Cl)
- Berperan dalam proses fotosintesis
- Pengaturan tekanan osmosis didalam sel tanaman.
Gejala kekurangan Cl :
Pertumbuhan akar yang tertekan, daun layu dan berwarna kuning.
Boron (B)
- Berperan dalam pembentukan dinding sel
- Pembentukan buah, pembentukan titik tumbuh
Gejala Defisiensi B :
Daun dengan tanda-tanda yang mengering dan kurus, ujung daun menjadi coklat, apabila temperatur tinggi dan tanaman kekurangan B dapat menyebabkan kelopak bunga menjadi pecah (calyx splinting) atau dapat juga sebagai akibat perbedaan temperatur udara siang dan malam terlalu tinggi (lebih dari 10°C), pertumbuhan rata-rata tanaman merosot, pertumbuhan kerdil dengan ruas-ruas yang pendek dan dapat juga berhenti pertumbuhannya, batang dari tanaman kaku menjadi pecah-pecah/retak.
Mangan (Mn)
- Berfungsi dalam pembelahan sel dan di gunakan dalam proses pernapasan dan fotosintesis.
Gejala Defisiensi Mn :
Daun akan tampak berwarna gelap dan muda, perkembangan kuncup akan mengalami kegagalan, dan pertumbuhan tanaman terhambat.
Cobalt (Co)
Untuk Fiksasi nitrogen dalam penyerapan unsur N (Nitrogen), Cobalt dapat digantikan perannya dengan Natrium (Na), dan Molibdenum (Mo).
Natrium (Na)
Sebagai keseimbangan ion pada regulasi energi untuk membuka dan menutupnya stomata.
Silicon (Si)
Tersimpan dalam dinding sel yang mengakibatkan sifat mekanis sel yaitu kaku atau elastis.
Nikel (Ni)
Pada tanaman Keras/tumbuhan tingkat tinggi sebagai aktivasi urease (enzim yang berperan dalam metabolisme Nitrogen untuk proses perombakan urea). Pada tanaman tingkat rendah, sebagai kofaktor beberapa enzim. Perannya dapat digantikan dengan  Seng (Zn) dan Besi (Fe).
Pustaka :
Lahuddin, M. 2007. Aspek Unsur Mikro dalam Kesuburan Tanah. Medan: USU
Notohadiprawiro, T. 1990. Farming Acid Mineral Soils for Food Crops : an Indonesian Experience. Dalam : E. T. Craswell and E. Pusparajah (eds). Management of Acid Soils in the Humid Tropics of Asia. ACIAR. Monograph. No. 13: 62- 68.
Widjaja – Adhi, IP.G. 1996. Penggunaan uji tanah dan analisa daun sebagai dasar rekomendasi pemupukan. Dalam Pelatihan Optimalisasi Pemupukan Proyek Pembinaan Kelembagaan Litbang Pertanian bekerjasama dengan Faperta IPB, Bogor, 19-31 Januari 1996
| No comments

Sunday, 22 June 2014


 Macro, Micro, Antibodi, & Liquid Carbon

Pro Co2
 Keterangan:Menekan pertumbuhan AlgaeMemudahkan pembersihan kacaMenghijaukanMencegah busuk rhizomeMenghilangkan bau amis tankCarbon Cair (karbonat pengganti CO2)Penetralisir amoniak (bagus untuk air baru atau tank baru..telah di uji tank baru dapat langsung di isi fauna)Penjernih Air (mengikat dan mengendapkan partikel halus)Calcium Supplement (bagus pertumbuhan)Mineral dan antibodi (meningkatkan survival rate dan ketahanan terhadap penyakit)Menambah nafsu makan dan tingkat pertumbuhan

Takaran:5 s/d 15ml per 100ltr 1 sampai 2 x seminggu (total water change minimal 30% perminggu, apabila penggunaan lebih...lebihkan juga water change)

Cara penggunaan:Setiap tank memerlukan dosis berbeda. Pemakaian dianjurkan dimulai dari dosis terendah sehabis large water change (>50%) lalu naikkan dosis sedikit demi sedikit sampai apabila dosis ditambahkan tanaman tidak bertambah subur.Apabila ada fauna, amannya  pertakaran dilarutkan dengan 1 ltr air terlebih dahulu baru diberikan di tank.Untuk menghilangkan algae pada tanaman, diberikan pada lights off period (saat gelap) dan kurangin durasi pencahayaan.


 Fertiqua Liquid Carbon Active


Keterangan:
Dapat digunakan sebagai pengganti maupun penguat CO2.
Anti stress formula
Menekan pertumbuhan algae
Memperbaiki kualitas air sehingga fauna. Tidak stress, lebih nafsu makan, dan warna aslinya keluar
Media Filter treatment
Mempermudah penyerapan unsur2 pada tanaman air.
Dapat digunakan untuk tank baru sehingga dapat langsung di si fauna
Menetralisir senyawa berbahaya seperti H2S, dan Amoniak
Berfungsi mempercepat proses nitrogen dan carbon cycle
Algae blooming treatment.





Takaran:
Dosis yang dianjurkan adalah 1 spray per 10liter volume tank 2 hari sekali.
Apabila kondisi air tank hijau/banyak algae..bisa lebihkan dosis sampai 2 spray per 10ltr volume tank pada saat lampu padam dan kurangi durasi pencahayaan.

Cara penggunaan:
Semprotkan ke bagian tank yang tidak ada ikan di permukaan atau ke awal filtrasi.
Penggantian air dengan dosis normal minimal 30% perminggu. Apabila dosis berlebih, hari kedua ganti air sebanyak 50%.


Fertiqua CRUSTACEA Mineral ++
Keterangan:
Balanced GH Booster
Menekan pertumbuhan Algae
Liquid Carbon Supplement (pengganti CO2)
Penetralisir amoniak (bagus untuk air baru atau tank baru..telah di uji tank baru dapat langsung di isi fauna), dan menghilangkan bau amis dari air.
Penjernih Air (mengikat dan mengendapkan partikel halus)
Supplemen Calcium (bagus untuk pertumbuhan, diperlukan untuk moulting dan penebalan cangkang)
Supplemen Zat besi seperti yang terdapat pada bayam bagus untuk metabolisme dan pewarnaan
Mineral dan antibodi (meningkatkan survival rate dan ketahanan terhadap penyakit dan parasit pada telur dan anakan, juga memaksimalkan pewarnaan udang)
Menambah nafsu makan sehingga mempercepat pertumbuhan
Telah di ujicoba dan bagus untuk segala jenis udang termasuk yang sensitif seperti Pure Red Line Bee, Cardinal Sulawesi.

Takaran: 
1ml s/d 5ml per 100ltr di campurkan sesuai dosis untuk penambahan air. Misal: penambahan air 10ltr, campurkan dengan 0.1-0.5ml. Tidak dianjurkan untuk penggunaan dosis berlebih.

Cara penggunaan:
Kocok terlebih dahulu, Untuk cara paling amannya  pertakaran dilarutkan dengan 1-2  ltr air tank terlebih dahulu baru diberikan di tank secara perlahan dan merata menggunakan teknik dripping (untuk udang2 sensitif seperti PRL. Apabila pencampuran menggunakan air baru dengan parameter air yang berbeda..lakukan metode dripping.
Udang yang sangat rentan adalah pada saat sehabis moulting.
Bisa juga diberikan sebelum pemberian makan, 10 tetes dan aduklah airtank secara perlahan dan merata.


| No comments

Saturday, 21 June 2014

JBL AQUABASIS Pupuk buatan Jerman ini sangat cocok dipakai sebagai pupuk dasar  dalam pembuatan media tanam aquascape, karena mengandung nutrisi yang telah diformulasikan sesuai kebutuhan tanaman. Pemberian pupuk ini dapat mempercepat pertumbuhan akar dan tentu saja tanaman menjadi kuat dan segar.
Wondergro Pro Macro Plus
adalah pupuk cair yang diformulasikan khusus untuk aquascape dan mengandung unsur hara ( N, P, K) yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman. Dengan pemberian pupuk ini secara teratur dan periodik dapat membuat tanaman tumbuh segar dan sehat. Pupuk ini cocok diberikan untuk tanaman yang tidak memiliki sistem perakaran pada substrat, karena mudah larut dan diserap oleh daun.  Pupuk ini juga aman untuk kehidupan ikan dan aneka invertebrata sepanjang pemakaian mengikuti aturan dosis yang ditetapkan.
Wondergro Pro Micro Plus
adalah pupuk cair yang diformulasikan khusus untuk aquascape dengan formula superior yang mengandung semua nutrisi micro esensial dan diperkaya dengan kompleks zat besi yang distabilkan. Dengan pemberian pupuk ini secara teratur dan periodik dapat membuat tanaman tumbuh segar dan sehat.  Pupuk ini cocok diberikan untuk tanaman yang tidak memiliki sistem perakaran pada substrat, karena mudah larut dan diserap oleh daun.  Pupuk ini juga aman untuk kehidupan ikan dan aneka invertebrata sepanjang pemakaian mengikuti aturan dosis yang ditetapkan.
Wondergro Pro Root Plus
adalah pupuk dasar dalam bentuk tablet yang diformulasikan khusus untuk tanaman dengan sistem perakaran pada substrat dan mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan tanaman baik micro maupun macro. Pupuk jenis ini lebih praktis pemnggunaannya. Dengan pemberian pupuk ini secara teratur dan periodik dapat membuat tanaman tumbuh segar dan sehat.   Pupuk ini juga aman untuk kehidupan ikan dan aneka invertebrata sepanjang pemakaian mengikuti aturan dosis yang ditetapkan.
| No comments

Wednesday, 18 June 2014

Substrat yang boleh diunakan adalah yang tidak korosif. Media korosif seperti media yang mengandung kapur dan kimia yang lain yang dapat terlarut ke dalam air yang akan mengakibatkan hardness air dan TDS( total dissolve solids ) akan merubah paramenter air tersebut.

Banyak cara untuk mengetes batu atau pasir. Salah bsatu cara adalah mengunakan air cuka atau HCL ( hydrochloric acid ). Cairan tersebut di teteskan kedalam air yang mengandung media tersebut dan jiga di temukan buble yang telarut, maka batu atau pasir tersebut mengandung zat kapur. 
Kayu yang dapat di pakai



  • Akar jati ( recommended )
  • Kayu santiki ( recommended )
  • Kayu api sring masih mengeluarkan tannin yang mengakibatkan air menjadi kuning
  • Kayu bakau, juga bisa di pakai. ( tanin )
  • Kayu yang terdapat di pingir pantai, yang sudah tengelam ( recommended ) atau di sungai.


Cara Menanam



  1. Bersihkan aquarium terlebih dahulu. Yakinkan kalau tidak ada yang bocor
  2. Pasang alat alat yang akan di gunakan
  3. Masukan media dasar tanam
  4. Layer pertama, rumah bakteri ( optional ) 
  5. Layer kedua, campurkan pupuk dasar/ soil dan pasir sampai merata
  6. Layer ketiga, masukan pasir yang bersih untuk mencegah tercemarnya pupuk ke permukan air. 1 dan 2 baik juga bila aduk menjadi satu.
  7. Masukan batu dan kayu ke dalam aquarium. ( sesuai selera )
  8. Siapkan taneman air yang ingin di tanam. Seperti taneman stem, akar taneman tersebut di gunting setengah, lalu di tanamkan. Untuk taneman fern , moss dan anubias bisa di ikat ke kayu atau batu.
  9. Proses menanam taneman tersebut, taneman bulb, rhizome dan rosette di larang menanamya terlalu dalam untuk pencegahan pembusukan. (kalau stem tidak masalah)
  10. Isi air yang bersih yang telah bebas dari pencemaran seperti koporit, minyak atau lumpur. 
  11. Pasang airasi/ aerator selama 1-2 hari sampai air mulai membening . fungsi tersebut untuk menghidupkan bakteri pengurai.
  12. Ganti air 80% ( sifone )
  13. Pasang co2( opltional ) cabut aerator.
| No comments

substrate aquarium
Substrate adalah media yang digunakan untuk menumbukan tanaman. Mudahnya tanah yang ada didalam aquarium. Biasanya digunakan yang ukurannya kecil dan bentuknya tidak tajam dan berpori, tujuannya agar tanaman mudah berakar, ada tempat untuk mikroorganisme berkembang biak dan bisa Menyimpan nutrisi.



Apa Itu Soil ?



Soil adalah substrate buatan yang diformulasikan dari tanah dan unsur-unsur yang lain yang diperkaya dengan kandungan mineral. Kompisisi utamanya adalah tanah, clay, abu vulkanik, lempung dan maish banyak lagi.


Apa Itu Sand ?


Sand daklam bahasa Indonesia adalah pasir. Pasir tidak memiliki kandungan nutrisi, oleh karena itu jika menggunakan pasir harus menambahkan pupuk dasar.




Macam-Macam Jenis Pasir / Sand



Pasir Silica / Pasir Silica Hitam


+ murah
+ mudah dicari
+ ukuran rata
+ inert (Tidak bereaksi dengan kimia)


- ukuran campur-campur
- sifatnya silicate (menimbulkan brown algae)
- kadang-kadang memiliki sulfur tinggi (hardness tidak stabil)


Pasir Malang / Pasir Liwa


+ murah
+ mudah dicari
+ warna hitam kelam sangat bagus (kalo ukuran 1-2mm) dan kontras dengan daun


- ukuran tidak rata 
- ringan, jika ukurannya tidak rata maka tidak cocok untuk tanaman berakar.
- tidak jelas sumbernya, ada yang dari daerah vulkanik, ada juga yang tidak


Pasir Lumajang


Pasir Alor
Pasir Menceng
Pasir Holland (River Sand)
Pasir Pumice
Pasir Scoria



Macam-Macam Jenis Aqua Soil



ADA Amazonia Soil
Soil terbaik untuk pertumbuhan tanaman air jika anda mempunyai uang yang cukup untuk membeli produk ADA.


ELOS Terra ELOS Terra (Tersedia Normal dan Powder)
Ini adalah soil pertama yang diciptakan oleh eropa dan sangat mirip dengan ADA. Sangat mudah untuk hancur dan tidak tahan lama. Cukup bagus dalam menunjang pertumbuhan tanaman, tapi tidak sebagus ADA.


NISSO Custom Soil Black 
Untuk tanaman air, warnanya hampir item.


GEX Plant Soil (kemasan kantong warna hijau) - Natural volcanic ash soil
Warnanya Hampir hitam, hanya untuk tanaman.


GEX Shrimp & Plant Soil (kemasan kantong warna merah) Natural volcanic ash soil
Warna coklat, cocok untuk udang dan tanaman. Lebih kurang kandungan nutrisinya dibanding ADA Amazonia.


AZOO Plant Grower Bed 
Dapat dipakai sampai 18 bulan, menurunkan GH dan menstabilkan pH pada kisaran 6,5-6,8, memurnikan air dari tanin, memperpanjang periode pertukaran air sampai 6 bulan. Tidak merilis amonia dalam minggu pertama setelah setup yang merupakan fitur unik untuk jenis substrat. 


EBIKUMA Shrimp Soil Normal or Powder 2mm 
Soil yang dikhususkan untuk tanaman dan udang. Dikembangkan oleh Breeder red bee terkenal. Kandungannya melimpah dengan mineral alam, mendukung pertumbuhan organisme dan tanaman organisme. Kadar ammonianya tidak signifikan, hanya mungkin sedikit asam pada satu minggu pertama setelah setup.
| No comments
Copyright © 2013. Aquascape Design - All Rights Reserved
Re-Design by ArtBAG, Design n Tech | Published by Aquascape Design